SUARA SEMARANG - Shin Tae Yong merasakan pahitnya menangani Timnas Indonesia, padahal hal itu sudah diramalkan Coach Justin.
Pelatih sekelas Shin Tae Yong datang di saat Timnas Indonesia tak begitu baik, dari segi prestasi maupun mental para pemain.
Di saat semuanya sudah coba diperbaiki, lagi-lagi Shin tae Yong gagal memperlihatkan permainan Timnas Indonesia di ajang internasional dan selanjutnya diminta menapaki periode kedua.
Kegagalan Shin tae Yong dan Timnas Indonesia di Piala Dunia U20 sepertinya sudah "diramalkan" oleh Coach Justin.
Dalam sebuah podcast, Coach Justin menyampaikan cukup banyak persoalan yang dihadapi oleh persepakbolaan nasional. Hal itu jadi tantangan berat pelatih Shin Tae Yong.
Saat Shin Tae Yong datang, beberapa waktu kemudian Indonesia dilanda pandemi Covid-19.
Saat liga di negara lain sudah berjalan, Liga Indonesia belum bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Di musim berikutnya, pelatih Timnas negara lain sudah membangun ulang Timnas mereka maka Shin tae Yong juga kesulitan.
Saat itu Shin Tae Yong memantau liga yang berjalan dengan sistem buble yang dilaksanakan di sejumlah kota di Indonesia.
Baca Juga: Apa yang Merasuki Hokky Caraka? Tiba-Tiba Clear Dengan Ganjar Pranowo
Fix, akhirnya Liga berjalan normal dengan penonton. Namun kemudian terjadilah Tragedi Kanjuruhan yang membuat liga kembali terhenti.
Kondisi liga yang tak ideal dinilai membuat kebugaran dan fisik para pemain tak maksimal sebagaimana yang diinginkan oleh Coach Shin Tae Yong.
Meski demikian, Shin Tae Yong berhasil membawa Indonesia naik peringkat di ranking FIFA. Selama 3 tahun kepemimpinannya, posisi Indonesia selalu merangkak naik.
Saat ini Timnas Indonesia dibawah Shin Tae Yong ada di posisi 149 atau naik dua peringkat dari sebelumnya.
Namun, lagi-lagi cobaan menerpa Shin Tae Yong. Isu domestik menyebabkan Indonesia gagal jadi tuan rumah Piala Dunia U20.
melihat itu, netizen kembali teringat dengan omongan Coach Justin di podcast mamat Alkatiri.
Berita Terkait
-
Apa yang Merasuki Hokky Caraka? Tiba-Tiba Clear Dengan Ganjar Pranowo
-
Erick Thohir Lobi Jilid II Indonesia Gantikan Peru Di Piala Dunia U17, Gibran Rakabuming Beri Bocoran?
-
Arsene Wenger Datang dan Kerja Bareng Shin Tae Yong, Ini Tugas Eks Arsenal Untuk Timnas
-
Target Shin Tae Yong Sebelum Cabut dari Indonesia, Thailand dan China Sodori Kontrak?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Wamendagri Ribka Pastikan Pemerintah Turun Langsung Tindak Lanjuti Dugaan Keracunan Makanan Jayapura
-
Tabrakan Beruntun Elf Dihantam Truk 9 Ton, Evakuasi Sopir Terjepit Berlangsung Dramatis
-
Makin Panas! Satu Per Satu Pemain Timnas Vietnam Tantang Justin Hubner
-
The Boy Who Harnessed the Wind: Kisah Nyata Remaja yang Menyelamatkan Desa dengan Kincir Angin
-
Diduga Terima Amplop Berisi SGD 14 Ribu, Menhut Raja Juli Ternyata Tiga Kali Bertemu Bupati Kuansing
-
Lalat di Balik Pintu: Akhir Pilu Kakek J dalam Kesunyian Gang Mawar
-
Gempa M 5,2 di Laut Pangandaran Dipicu Sesar Aktif, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
-
Gugatan Banjir Sumatera terhadap Empat Presiden Ditolak, Demokrat Sebut Salah Alamat Pengadilan
-
4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
-
Maut di Jalur Punggung Naga: Perjuangan Dramatis Evakuasi Jenazah dari Tebing Gunung Piramid