SUARA SEMARANG - Kontrak Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia dikabarkan diperpanjang hingga 2026.
Namun, usai kabar kontrak Shin Tae Yong tersebut beredar, Ketum PSSI Erick Thohir dan Ketum sebelumnya yakni Iwan Bule pun dibanding-bandingkan.
Meski sama-sama menilai Shin Tae Yong berjasa untuk Timnas, namun sikap Erick Thohir dan Iwan Bule berbeda.
Kontrak kerja Shin Tae Yong sebagai pelatih Timnas Indonesia mulai ramai dibicarakan karena akan habis di akhir tahun 2023 ini.
Jika tak segera diperpanjang, maka bisa jadi akan ada negara lain yang menyerobot Shin Tae Yong sebagai pelatihnya. Sebut saja Thailand dan China yang sebelumnya memang menginginkan.
Jelang berakhirnya kontrak Shin Tae Yong, muncul kabar mantan pelatih Timnas Korea Selatan itu akan diperpanjang masa baktinya hingga 2027.
Hal itu disampaikan oleh akun youtube Freekick Channel yang menyebutkan PSSI akan memperpanjang kontrak Shin Tae Yong hingga tahun 2027.
Dengan tambahnya kontrak kerja maka Shin Tae Yong dibebani tugas untuk lolos di Piala Dunia 2026 dan Piala Asia 2024.
Alasan menambah kontrak kerja Shin Tae Yong adalah kualitas Timnas yang meningkat seiring kedatangannya.
Baca Juga: Tersingkir Kwartert Asing Jeonnam Dragons, Asnawi Mangkualam Semakin Tertinggal
Diantaranya adalah ada regenerasi pemain, pembentukan mental, perbaikan gizi pemain, banyaknya pemain muda potensial.
Namun setelah ditelusuri oleh semarang.suara.com, rencana PSSI memperpanjang kontrak itu terjadi pada tahun 2022 yakni masih dipimpin oleh ketum Iwan Bule.
Saat itu, Iwan Bule yakin dengan kualitas Shin Tae Yong yang berhasil meningkatkan ranking Timnas Indonesia di FIFA.
Perihal kabar perpanjangan kontrak Shin Tae Yong itu juga dismapaikan oleh instagram timnasindonesiainfo.
Bahkan akun tersebut juga meminta pendapat Ketum PSSI saat ini Erick Thohir untuk segera meneruskan rencana PSSI periode sebelumnya.
Erick Thohir pun diminta gercep atau gerak cepat mengamankan tanda tangan Shin Tae Yong.
Sebelumnya, Shin Tae Yong juga telah menyampaikan akan bertemu dengan Erick Thohir untuk membicarakan kontrak yang akan berakhir tahun ini.***
Berita Terkait
-
Blueprint Indonesia Seksi, Cerdiknya Erick Thohir Negosiator Ulung FIFA Ditanggapi Gianni Infantino
-
FIFA Tunjuk Indonesia, Eks Chelsea Saingi Shin Tae Yong Tangani Timnas U17 di Piala Dunia?
-
Erick Thohir Ingin Kalahkan Keisuke Honda, Pasukan Indra Sjafri Belum Aman di SEA Games
-
KMSK Deinze Bakal Tolak Indra Sjafri Pulangkan Marselino Ferdinan, Timnas U22 Panggil Ronaldo Kwateh?
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan