SUARA SEMARANG- Media sosial baru – baru digemparkan dengan sebuah video yang anak kucing yang diblender hingga tak berdaya oleh seorang laki – laki.
Video berdurasi 1 menit 6 detik kemudian mendapatkan kecaman dari publik, dan menilai pelaku mengalami gangguan jiwa.
Belakangan diketahui bahwa pria dalam video itu adalah food vloger bernama Xu Zhihui dari China dan telah ditangkap oleh otoritas setempat.
Menganiaya binatang merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, karena binatang juga memiliki hak untuk hidup dan tidak boleh disiksa atau disakiti secara tidak manusiawi.
Tindakan kejam terhadap binatang juga dapat mengindikasikan adanya masalah serius dalam psikologis atau sosial seseorang, dan dapat berdampak buruk pada lingkungan dan masyarakat.
Lalu apa penyebab seseorang bisa dengan tega melakukan penyiksaan terhadap binatang?
Dikutip dari berbagai simber beberapa faktor yang menyebabkan seseorang melakukan penyiksaan terhadap binatang diantaranya kurangnya empati dan pengertian terhadap makhluk hidup lain.
Beberapa orang mungkin tidak menyadari bahwa binatang juga memiliki perasaan dan bisa merasakan sakit, stres, dan ketidaknyamanan.
Faktor lain adalah gangguan mental. Beberapa orang dengan gangguan mental seperti psikopati atau sadisme mungkin merasa senang atau terangsang dengan menyakiti binatang atau melihat binatang menderita.
Baca Juga: Jurus Balasan Surya Paloh usai 'Dikacangin' Jokowi di 2 Rapat Koalisi
Penyisaan terhadap binantang juga bisa dilakukan karena kebosanan atau kesenangan.
Beberapa orang mungkin menganiaya binatang karena merasa bosan dan mencari sensasi atau kesenangan yang salah dalam melakukan tindakan kekerasan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Ahli Waris Protes Keras Rencana Revitalisasi Kawasan Sriwedari, Berpotensi Rugikan Keuangan Negara
-
Terseret Kasus Korupsi, Noel Ebenezer Ngaku Menyesal Pernah Jadi Wamenaker
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menanti Taji BPKP: Saat Prabowo Mulai Bersih-Bersih Rumah Birokrasi
-
Rupiah Tembus Rp17.600, Aisyiyah: Pernyataan Prabowo 'Desa Tak Butuh Dolar' Cederai Rakyat
-
23 Tahun Mengabdi, Real Madrid Resmi Lepas Dani Carvajal pada Akhir Musim
-
The Padel Studio Hadirkan Court Kelas Dunia Pertama di Indonesia
-
Sinopsis The Invisible Man: Ancaman Kasat Mata Jadi Nyata, Lagi Tayang di Netflix
-
Mau Berangkat Haji, Menkeu Purbaya Ngaku Masih Sering Lupa Doa Meski Sudah Belajar
-
DPR Dukung Pemerintah Desak PBB dan AS Segera Bebaskan Jurnalis RI yang Ditahan Israel