- Film The Invisible Man di Netflix mengisahkan Cecilia yang diteror oleh mantan kekasihnya, seorang ilmuwan jenius yang memalsukan kematian dan menciptakan teknologi agar tak terlihat.
- Cecilia terjebak dalam situasi traumatis karena tidak ada satu pun orang yang mempercayai teror kasat mata tersebut, sehingga ia dianggap berhalusinasi dan gila.
- Dengan modal hanya 7 juta dolar, film garapan Leigh Whannell ini sukses besar secara finansial (meraup 145 juta dolar) dan dipuji kritikus berkat ketegangan psikologis yang kuat.
Suara.com - Film The Invisible Man yang digarap pada 2020 lagi tayang di Netflix. Film horor ini mengandalkan ketegangan psikologis alih-alih sekadar jumpscare murahan.
The Invisible berhasil mengubah kiasan klasik tentang "manusia transparan" menjadi sebuah metafora yang sangat relevan mengenai trauma dan kekerasan dalam hubungan.
Disutradarai oleh Leigh Whannell, film ini bukan cuma sukses secara kualitas, tetapi juga secara finansial.
Dengan anggaran hanya sebesar 7 juta dolar, film ini meledak di pasaran dengan meraup keuntungan global mencapai 145 juta dolar. Kesuksesan ini membuktikan bahwa narasi yang kuat jauh lebih penting daripada efek visual yang mahal.
Menarik untuk menilik sejarah produksi film ini. Awalnya, The Invisible Man direncanakan menjadi bagian dari Dark Universe milik Universal Pictures yang ambisius, menyusul kegagalan film The Mummy (2017).
Namun, setelah proyek semesta tersebut dibatalkan, Leigh Whannell masuk dengan konsep yang lebih membumi, kontemporer, dan berfokus pada sudut pandang korban.
Hasilnya adalah sebuah mahakarya ketegangan yang mendapatkan pujian luas dari kritikus. Akting Elisabeth Moss sebagai pemeran utama disebut-sebut sebagai salah satu penampilan terbaiknya, di mana ia berhasil memerankan karakter yang hancur secara mental namun berjuang untuk mempertahankan kewarasannya.
Cerita berpusat pada Cecilia Kass (Elisabeth Moss), seorang wanita yang merasa terjebak dalam hubungan yang sangat toksik dan penuh kekerasan dengan Adrian Griffin (Oliver Jackson-Cohen).
Baca Juga: 10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
Adrian bukan orang sembarangan. Ia adalah seorang ilmuwan jenius di bidang optik sekaligus CEO perusahaan besar bernama Cobalt.
Film dibuka dengan sekuens pelarian Cecilia yang sangat menegangkan dari rumah mewah Adrian yang terisolasi. Cecilia berhasil kabur dan bersembunyi di rumah sahabat lamanya, James Lanier, seorang detektif polisi.
Ketakutan Cecilia begitu mendalam hingga ia menderita agorafobia, takut untuk melangkah keluar rumah karena merasa Adrian akan selalu menemukannya.
Tak lama kemudian, sebuah kabar mengejutkan datang. Adik Adrian yang merupakan seorang pengacara, Tom Griffin, mengabarkan bahwa Adrian telah melakukan bunuh diri.
Kabar ini dibarengi dengan warisan sebesar 5 juta dolar untuk Cecilia, dengan syarat ia tidak melakukan tindak kriminal dan dinyatakan sehat secara mental.
Namun, alih-alih merasa lega, Cecilia justru mulai merasakan keanehan. Ia merasa ada sosok yang selalu mengawasinya di dalam rumah James.
Berita Terkait
-
Dibintangi Tyler Perry, Poster Film Why Did I Get Married Again? Dirilis
-
Akhirnya! Film Wicked: For Good Resmi Hadir di Netflix Mulai 20 Juli
-
Elite Force Tayang 22 Juli, Serial Netflix Angkat Operasi Antiteror GIGN
-
Nami Jadi Model Sepatu? Intip Bocoran Cerita Unik di 'One Piece: Heroines' yang Tayang di Netflix
-
Paling Rendah dalam Seri, Enola Holmes 3 Raih Rating 70% di Rotten Tomatoes
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 2 Juli 2026, Ada Kuda hingga Anjing
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Melawan Arus Viral, Agushafi Gandeng Satrio ALEXA Lahirkan Pop Ballad Grande 'Tunggu Apa Lagi'
-
Fancon Kim Myungsoo di Jakarta Tinggal Hitungan Jam, Simak Rundown dan Jadwal Benefitnya
-
Momen Haru Ruben Onsu dan Igun di Tanah Suci: dari Cuaca 50 Derajat hingga Me-Time di Depan Kabah
-
Kisah TikToker Kiki Jupe, dari Guru Honorer Kini Jadi Pengusaha Kuliner Sukses
-
Prambanan Jazz Festival 2026 Rayakan Sukacita Lewat Tema Celebrate The Joy
-
Prambanan Jazz 2026 Siapkan Konsep 'Playing Jazz', Sejumlah Musisi Lintas Genre Akan Tampil Beda
-
Boby Berliandika X Factor dan Istri Rajut Karier Musik hingga Bisnis di Tengah Gempuran Digitalisasi
-
Pulang Umrah, Ruben Onsu Akhirnya Buka Suara soal Gugatan Hak Asuh Anak ke Sarwendah
-
Agna Rangkum Perihnya Perpisahan Sunyi dalam Lagu 'Diluar Hal Biasa'
-
DNA Rilis Album Aurora, Realita Kehidupan DJ Aloy dan JayJax dalam 18 Lagu