Entertainment / Film
Senin, 18 Mei 2026 | 19:30 WIB
Sinopsis The Invisible Man [IMDb[
Baca 10 detik
  • Film The Invisible Man di Netflix mengisahkan Cecilia yang diteror oleh mantan kekasihnya, seorang ilmuwan jenius yang memalsukan kematian dan menciptakan teknologi agar tak terlihat.
  • Cecilia terjebak dalam situasi traumatis karena tidak ada satu pun orang yang mempercayai teror kasat mata tersebut, sehingga ia dianggap berhalusinasi dan gila.
  • Dengan modal hanya 7 juta dolar, film garapan Leigh Whannell ini sukses besar secara finansial (meraup 145 juta dolar) dan dipuji kritikus berkat ketegangan psikologis yang kuat.

Suara.com - Film The Invisible Man yang digarap pada 2020 lagi tayang di Netflix. Film horor ini mengandalkan ketegangan psikologis alih-alih sekadar jumpscare murahan.

The Invisible berhasil mengubah kiasan klasik tentang "manusia transparan" menjadi sebuah metafora yang sangat relevan mengenai trauma dan kekerasan dalam hubungan.

Disutradarai oleh Leigh Whannell, film ini bukan cuma sukses secara kualitas, tetapi juga secara finansial.

Dengan anggaran hanya sebesar 7 juta dolar, film ini meledak di pasaran dengan meraup keuntungan global mencapai 145 juta dolar. Kesuksesan ini membuktikan bahwa narasi yang kuat jauh lebih penting daripada efek visual yang mahal.

Menarik untuk menilik sejarah produksi film ini. Awalnya, The Invisible Man direncanakan menjadi bagian dari Dark Universe milik Universal Pictures yang ambisius, menyusul kegagalan film The Mummy (2017).

Namun, setelah proyek semesta tersebut dibatalkan, Leigh Whannell masuk dengan konsep yang lebih membumi, kontemporer, dan berfokus pada sudut pandang korban.

Hasilnya adalah sebuah mahakarya ketegangan yang mendapatkan pujian luas dari kritikus. Akting Elisabeth Moss sebagai pemeran utama disebut-sebut sebagai salah satu penampilan terbaiknya, di mana ia berhasil memerankan karakter yang hancur secara mental namun berjuang untuk mempertahankan kewarasannya.

Sinopsis The Invisible Man

Cerita berpusat pada Cecilia Kass (Elisabeth Moss), seorang wanita yang merasa terjebak dalam hubungan yang sangat toksik dan penuh kekerasan dengan Adrian Griffin (Oliver Jackson-Cohen).

Baca Juga: 10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga

Adrian bukan orang sembarangan. Ia adalah seorang ilmuwan jenius di bidang optik sekaligus CEO perusahaan besar bernama Cobalt.

Film dibuka dengan sekuens pelarian Cecilia yang sangat menegangkan dari rumah mewah Adrian yang terisolasi. Cecilia berhasil kabur dan bersembunyi di rumah sahabat lamanya, James Lanier, seorang detektif polisi.

Ketakutan Cecilia begitu mendalam hingga ia menderita agorafobia, takut untuk melangkah keluar rumah karena merasa Adrian akan selalu menemukannya.

Tak lama kemudian, sebuah kabar mengejutkan datang. Adik Adrian yang merupakan seorang pengacara, Tom Griffin, mengabarkan bahwa Adrian telah melakukan bunuh diri.

Kabar ini dibarengi dengan warisan sebesar 5 juta dolar untuk Cecilia, dengan syarat ia tidak melakukan tindak kriminal dan dinyatakan sehat secara mental.

Namun, alih-alih merasa lega, Cecilia justru mulai merasakan keanehan. Ia merasa ada sosok yang selalu mengawasinya di dalam rumah James.

Load More