SUARA SEMARANG – Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM) yang tergabung dalam Tim Pengabdian Masyarakat menggelar pelatihan dengan tema “Pelatihan Public Speaking Sebagai Upcaya Meningkatkan Kemampuan Presentasi Bagi Pelajar SMK Negeri 8 Kota Semarang”
Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh siswa siswi kelas 10 dan 11 jurusan TKJT SMK N 8 Semarang lebih dari 120 peserta.
Menurut Ketua pelaksana kegiatan Pengabdian Farre Jeremy Hasyim mengatakan bahwa Pelatihan Public Speaking digelar di SMK 8 karena untuk meningkatkan skill para siswa.
“Program di SMK N 8 Semarang itu lebih ke penjurusan dan banyak praktek, otomatis membutuhkan Public Speaking yang baik agar siswa dapat berkomunikasi dua arah atau dua orang, sehingga dapat menciptakan komunikasi yang efektif,” ungkap Farre Jeremy Hasyim .
Adapun pembicara acara pengabdian dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang yaitu Zafira Alya Bintari Putri (Duta Bahasa Jawa Tengah 2022).
Menurutnya Public Speaking sangat penting karena setiap orang harus mempunyai soft skill yang bisa dilatih walaupun prosesnya tidak singkat.
Public Speaking bisa direalisasikan di kehidupan nyata contohnya bagaimana caranya seorang bisa berbicara pada sebuah kelompok atau organisasi.
Sementara Kepala sekolah SMK N 8 Semarang sangat mengapresiasi kegiatan pengabdian tersebut.
“Saya sangat berterima kasih karena kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh siswa-siswi terlebih jurusan TKJT. Karena pada proses belajar mengajar lebih mengutamakan secara praktek dan saya berapresiasi dan sangat berterima kasih karena sudah memberikan pelatihan kepada siswa siswi SMK N 8 Semarang” Ucap Harti S.Pd M.Kom selaku Kepala Sekolah SMK N 8 Semarang.
Baca Juga: Teknisi Terbaik Bengkel Resmi Motor Honda Bakal Terjun di Kompetisi Tingkat Asia Oceania 2023
Adapun Dosen Komunikasi Pembangunan Yoma Bagus Pamungkas M.I.Kom menyampaikanbahwa tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian massyarakat yaitu untuk memberikan pengetahuan yang kemudian di aplikasikan dan di sebarkan ke masyarakat oleh mahasiswa.
“Mahasiswa sebagai agen of change untuk membawa pikiran pendapat ilmu pengetahuan yang kemudian akan diaplikasikan dan menyebarkan kepada masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian ini merupakan wujud dari perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perwujudan cinta, kasih sayang dan semua itu dilakukan dengan ikhlas yang didalamnya terdapat rasa tanggung jawab, kepedulian, transfer ilmu, kebaikan, simpati, empat, dan lain sebagainya”. Ucap Yoma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap
-
Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?
-
Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang
-
6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu
-
BEM USU Gelar Demo di DPRD Sumut Besok, Usung 6 Tuntutan
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
Kejati Jabar Segera Layangkan Panggilan Kedua untuk Wabup Indramayu Syafrudin
-
Hasil PCMB Tidak Sesuai? Begini Cara Dialihkan ke Sekolah Swasta atau SPMB Tahap 2
-
Takut Diamuk Massa, Alasan Sopir Truk Fuso Kabur Usai Tabrak Lari Tokoh Pramuka
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?