SUARA SEMARANG - Masa depan Shin Tae Yong bisa saja berakhir di FAM Malaysia usai belum ada kejelasan nasib pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Sampai saat ini, PSSI belum menyatakan sikap pada Shin Tae Yong apakah akan memperpanjang kontrak atau cukup sampai tahun ini saja.
Jika tak ada perpanjangan kontrak, maka Shin Tae Yong bisa saja segera melakukan pembicaraan dengan federasi sepakbola negara lain dan malaysia bisa saja menjadi tujuannya.
Shin Tae Yong menjadi incaran banyak negara usai mengatrol ranking sepakbola Timnas Indonesia di dunia dan kembali disegani.
Pendekatan yang dilakukan Shin Tae Yong di Indonesia dinilai bagus sehingga mampu memperkuat pondasi timnas untuk jangka panjang.
Bahkan Shin Tae Yong berani memotong setidaknya dua generasi pemain di Timnas dan bahkan berani tak menggunakan jasa mereka yang sudah berlabel langganan timnas.
Melihat kemampuan spesial Shin Tae Yong, banyak negara yang ditengarai kepincut dengan gaya melatih pria yang mengalahkan Jerman di Piala Dunia tersebut.
Bahkan bisa saja Malaysia yang kini terseok-seok soal prestasi Timnas dan gagal di turnamen Asia Tenggara di Kamboja lalu justru mengincarnya.
Sebelum Malaysia, PSSI nya Thailand disebutkan lebih dahulu menyatakan ketertarikannya dengan Shin Tae Yong.
Baca Juga: FIFA Ancam Kartu Merah Sepakbola Indonesia, Erick Thohir Sentil Semarang
Ketertarikan Thailand pada Shin Tae Yong terjadi pada beberapa tahun silam sebelum pria asal Korea Selatan itu memilih Indonesia dan akhirnya Thailand menunjuk Mano Polking.
Selain Thailand, saat itu Vietnam juga disebut-sebut tertarik untuk menggunakan jasa Shin Tae Yong.
Pengalaman Shin Tae Yong dalam menangani Timnas dinilai menjadi salah satu yang terbaik, karena pernah mengantarkan Korsel di Piala Dunia.
Salah satu catatan terbaik Shin Tae Yong yakni saat mengandaskan harapan Timnas Jerman untuk melaju ke babak berikutnya.
Kini, nasib Shin Tae Yong ada di tangan PSSI, karena kontrak akan berakhir per tanggal 31 Desember 2023.
Jika nantinya tak diperpanjang oleh PSSI maka Shin Tae Yong diyakini tak akan menganggur lama karena menjadi daya tarik bagi timnas negara lain.***
Berita Terkait
-
FIFA Ancam Kartu Merah Sepakbola Indonesia, Erick Thohir Sentil Semarang
-
3 Alasan Kiper Emil Audero Mulyadi Gabung Timnas Indonesia, Main di Serie B dan Titisan Buffon
-
Kisruh PSSI? Exco Arya Sinulingga Sebut Uang Diambil Lewat Pintu Belakang
-
Rebutan Pemain Dengan STY, Indra Sjafri Bakal Rekrut Gelandang Dari Qatar Untuk Piala AFF U-23?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
5 Cara Mencuci Sepatu Putih yang Menguning, Bisa Pakai Bahan-bahan di Rumah
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Jelang Hadapi Maroko, Carlo Ancelotti Ingatkan Pemain Brasil Soal Ini
-
Penjelasan Dugaan Manipulasi Eskpor CPO Grup Salim, Mengapa Maybank Ikut Diperiksa?
-
The Motherhood Penalty: Dosa Karier yang Harus Dibayar Mahal oleh Perempuan
-
Resmi Nikahi Jennifer Coppen, Justin Hubner Keturunan Mana?
-
Pertamax Naik, Ongkos Travel Sumsel Ikut Merangkak: Rute Palembang hingga Rp280 Ribu
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
ILC Adopsi Standar Internasional, Menaker Dorong Keseimbangan Pelindungan dan Inovasi