SUARA SEMARANG - Garis merah seperti luka ditunjukkan Marselino Ferdinan usai laga melawan Timnas Argentina.
Letaknya ada di kepala bagian belakang Marselino Ferdinan dan fans menilai itu adalah luka bekas cakaran pemain Argentina.
Jika garis merah di kepala Marselino Ferdinan tersebut benar hasil cakaran, maka hal itu jadi salah satu bukti permainan Timnas Argentina juga keras di lapangan.
Marselino Ferdinan yang diturunkan pelatih Shin Tae Yong sebagai starter, mengunggah sejumlah foto saat dirinya beraksi di lapangan maupun saat usai laga.
Ada 5 foto yang dipasang Marselino Ferdinan di akun instagram miliknya, mulai dari foto bersama punggawa Timnas sebelum laga hingga saat beraksi melewati dua pemain lawan.
Namun ada satu foto yang memperlihatkan bagian belakang kepala Marselino Ferdinan, terlihat garis merah di sana.
Tak ada komentar apapun dari Marselino Ferdinan perihal foto-foto tersebut, namun fans sepakbola di tanah air menuliskan jika itu luka karena kuku.
"Lino awakmu kerokan ?" tulis akun @domystupa.
"Kerokan kuku," lanjut @awaagust_d.
Baca Juga: Pratama Arhan Tak Puas Putusan Shin Tae Yong? Tak ada Unggahan Foto
Marselino Ferdinan memang menjadi salah satu bintang di laga melawan Argentina dengan sejumlah kreasi di lini tengah.
Marselino Ferdinan berani berduel dengan Facundo Medina pemain RC Lens dan Facundo Buonanotte pemain Brighton & Hove Albion.
Bahkan dalam sebuah kesempatan, Marselino Ferdinan berhasil melakukan nutmeg pada pemain tengah Argentina.
Aksi Marselino Ferdinan ini mendapatkan banyak pujian dan bukan hanya dari para pemain Timnas namun nuga dari klub KMSK Deinze.
KMSK Deinze pun memberikan ikon tepuk tangan dan emoticon api 100 persen sebagai bentuk dukungan pada Marselino Ferdinan.
Di laga melawan Argentina tersebut, Marselino Ferdinan memang tak bisa menghindarkan Indonesia dari kekalahan.
Namun, permainan Marselino Ferdinan dan Timnas Indonesia dinilai bagus karena sudah memberikan perlawanan hingga menit akhir.***
Berita Terkait
-
Steward Stadion GBK "Selamatkan" Garnacho dari Pitch Invader, Langsung Seret Keluar Lapangan
-
Lionel Scaloni Akui Shin Tae Yong, Sampai Segan Beri Masukan Saat Ditanya Wartawan
-
Julukan Baru Garnacho Gegara Kalah Duel Lawan Asnawi dan Marselino Ferdinan, Setuju?
-
Kejadian Langka, Nutmeg Marselino Ferdinan Jatuhkan Gelandang Leverkusen Seharga Rp 260 Miliar
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional