SUARA SEMARANG- Ustadz Muhammad Faizar mengungkapkan biaya menyantet orang sampai mati hingga ratusan juta rupiah.
Ustadz Muhammad Faizar merupakan salah satu Ustadz yang menekuni bidang praktik ruqyah Syar'iyah.
Ustadz jebolan pondok pesantren Gontor tersebut menceritkan pengalamannya saat bertemu dengan mantan dukun atau praktisi santet tentang mahar atau biaya jasa menyantet orang hingga mati.
Sebagaimana dilansir dari unggahan video pada akun Instagram @dakwah.umf, Ustadz Muhammad Faizar menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan mantan praktisi santet.
Ustadz Muhammad Faizar mengungkapkan bahwa salah seorang mantan dukun atau praktisi santet mengungkapkan biaya jassa untuk menyantet hingga mati mencapai ratusan juta rupiah.
Kisah ini diungkapkan oleh salah seorang mantan dukun atau praktisi santet yang sudah bertobat.
"saya sebelum ke jakarta berkunjung dulu ke mantan praktisi santet ini asli ini bukan settingan . tapi sudah tobat"
Ustadz Muhammad Faizar melanjutkan bahwa dalam pertemuan tersebut seorang mantan dukun atau praktisi santet yang saat itu masih membuka praktik santet tahun 2003 mengatakan bahwa pada saat itu biaya untuk menyantet orang sampai mati mencapai 300 juta rupiah.
"dulunya waktu beliau masih menjadi praktisi santet tahun 2003 biaya menyantet orang sampai mati biayanya 300 juta karena resiko santet itu lebih besar."
Baca Juga: Buang Janin ke Jamban, Polisi Bongkar Septic Tank di Rumah Aborsi Ilegal Kemayoran
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba