3. Tergesa-gesa
Apabila waktu jam pulang kerja, semua akan lari-lari buru-buru mencari barisan supaya mereka bisa menjadi orang-orang awal yang diperiksa satpam lalu dipersilakan pulang.
"Pemeriksaaan tas lumayan lama karena satpam tidak mau SPG mencuri barang toko. Kadang ada SPG yang suka menyerobot, di situlah pertikaian terjadi," sebut Anggi.
3. Antre dengan Tas
Bilamana mereka belum selesai ganti seragam ke baju bebas untuk pulang, mereka tetap buru-buru mengantri dengan cara menaruh tasnya sebagai pengganti badan yang mengantre.
"Bila sudah dapat posisi antri yang bagus dengan tasnya, barulah mereka ganti baju di mana di belakang pintu itu tadi. Karena banyak yang mau ganti baju, harus buru-buru," katamya.
4. Loker Junior dam Senior
Prasarana loker untuk SPG yang bisa dikunci jumlahnya terbata.
Biasanya yang bisa dapat loker dengan kunci hanya SPG senior atau yang sudah langganan di sana.
Baca Juga: Jalan Pemuda Semarang Ramai Mall, 3 Mall Baru Dibangun di 2023
"Kalau SPG junior dapat loker tanpa kunci. Berdoa saja tidak ada klepto," ujarnya.
5. Copot Sepatu
SPG harus atau sangat sering mencopot sepatunya.
"Jadi jika anda kurang beruntung, mungkin akan tercium aroma-aroma tidak sedap," kata dia.
6. Jajan Warkop
Ada penjual makanan kecil seperti warkop yang sering dikunjungi SPG.
"Namun jangan kaget kalau tiba-tiba ada lalat, semut, atau kecoak yang lewat," sebut Anggi.
7. Dapat Sanksi
Seorang SPG harus aktif untuk menanyakan peraturan di ruangan tersebut, termasuk peraturan yang tidak ditulis dengan jelas.
"Bila SPG tidak sengaja melakukan kesalahan, SPG akan tetap kena sanksi," kata Anggi.
8. Makeup Pribadi Disita
Anggi bercerita pernah dimarahi satpam karena ada makeup pribadi yang tidak distempel.
"Mereka langsung mengambil dan mau menyita bb cream, bedak, lipstik Tony Moly dan parfum Victoria Secret yang jelas-jelas tidak dijual di toko itu," kata Anggi.
Anggi berusaha membela diri, meskipun tetap dimaarahi satpam akhirnya diizinkan membawa kembali barang pribadinya.
"Mungkin sisi gelap ini bisa berbeda di tempat lainnya. Tapi itulah yang saya ketahui dan alami," kata Anggi.
Itulah salah satu pengalaman Anggi mengenai sisi gelap menjadi SPG yang pernah dialaminya.
Pengalaman Anggi sebagai SPG tentu tidak sama dengan profesi serupa di tempat lain, yang mungkin sangat berbeda.***
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok