Adonan bubur kertas yang sudah suap kemudian dibentuk hingga menjadi lembaran berukuran 40 x 50 cm dan dijemur.
Safari Poo Paper setiap harinya bisa memproduksi mencapai 210 lembar kertas, kemudian dijadikan bentuk buku atau souvenir lainnya, dan dijual di Taman Safari Bogor.
Produksi dilakukan tak hanya Taman Safari Bogor, namun juga dilakukan di Bali Safari & Marine Park (BSMP).
Setidaknya Taman Safari Indonesia memiliki empat tempat, bila semua dimaksimalkan maka produksi menjadi lebih besar.
Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Melihat keberhasilan mengolah kotoran gajah menjadi kertas, Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) ingin turut berperan.
YDBA ingin memberikan gambaran pengelolaan sampah bernilai jual kepada para stake holder dengan mengunjungi Taman Safari Indonesia, Rabu 12 Juli 2023.
YDBA mengajak stakeholder untuk bisa mencontoh penerapan Integrated Waste Management (IWM) seperti Taman Safari Indonesia dan PT Greenprosa Adikara Nusa (Greenprosa).
Nyatanya pada penerapan IWM juga bisa memberdayakan pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).
Dalam pengolahan sampah yang mengacu pada 3R (Reduce, Reuse, Recycle), IWM mengoptimalkan mesin pengolahan sampah yang diproduksi oleh UMKM Manufaktur binaan YDBA) yaitu PT Astana Wira Karya.
"Beberapa mesin yang diproduksi antara lain, mesin pemilah sampah, mesin conveyor pemilahan, mesin conveyer feeder, mesin pencacah plastic, mesin sentris (pengering plastik), mesin pencetak bijih plastik, mesin pengayak kompos dan mesin lainnya," ujar Ketua Pengurus YDBA Sigit P Kumala.
YDBA merasa perlunya manajemen pengelolaan sampah yang inovatif dan bernilai tambah dibuat lebih banyak pada ragam instansi.
Tentu hal ini mencontoh seperti yang dilakukan oleh Taman Safari Indonesia (TSI) berkolaborasi dengan PT Greenprosa Adikara Nusa (Greenprosa) melalui Integrated Waste Management (IWM).
YDBA berkesempatan mengajak bebrapa stakeholders untuk melihat IWM yang diterapkan oleh TSI bersama Greenprosa.
Beberapa stakeholders tersebut, antara lain perwakilan dari Lembaga Nasional Single Window Kementerian Keuangan RI, Koalisi Kependudukan Indonesia, Universitas Parahyangan, Divisi Environment & Social Responsibility (ESR) Astra dan Yayasan Pendidikan Astra Michael D Ruslim.
Hadir dalam kegiatan tersebut, selain Ketua Pengurus YDBA, Sigit P Kumala, Sekretaris Pengurus YDBA Ema Poedjiwati Prasetio, Advisor YDBA Tonny Sumartono.
Kemudian Kepala Lembaga Nasional Single Window Kemenkeu RI M Agus Rofiudin, Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia Dr. Sonny Harry B Harmadi, Sekretaris Pengurus YPAMDR Wedijanto Widarso, dan beberapa tim perwakilan ESR Astra serta Universitas Parahyangan.
Kunjungan diterima langsung oleh CEO Greenprosa, Arky Gilang Wahab serta Operation Manager TSI Bogor, Suharto.
Dalam kunjungan tersebut Arky Gilang Wahab menyampaikan, kerja sama yang telah dibangun.
"Sejak April hingga 11 Juli 2023, TSI bersama Greeprosa telah berhasil mengelola sampah sebanyak 229,9 ton. Salah satu pengelolaan sampah yang dilakukan, yaitu budidaya maggot untuk kebutuhan pakan ternak maupun pupuk organik," kata Arky Gilang, Rabu 12 Juli 2023.
Stakeholder juga diajak melihat magot sangrai hasil budidaya maggot dari sampah organik, kemudian dihasilkan juga pupuk organik yang berasal dari satwa dan kasgot (sampah yang didekomposisi maggot).
Tak hanya itu, residu dari waste yang dihasilkan dari sampah itu juga dijual/ dipasok ke salah satu pabrik semen untuk digunakan sebagai bahan bakar.
Ketua Pengurus YDBA Sigit P Kumala berharap, gambaran yang dilakukan Greenprosa maupun TSI dapat menambah wawasan para stakeholders yang hadir dalam kunjungan tersebut.
"Sehingga secara bertahap dapat menerapkan cara pengelolaan yang sama, yaitu pengelolaan sampah yang berkelanjutam, terintegrasi dan bernilai tambah," kata Sigit P Kumala.
YDBA memang menyoroti besarnya populasi sampah dan limbah yang dihasilkan oleh kehidupan manusia, baik itu organik maupun anorganik.
Mengulik data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), volume timbulan sampah di Indonesia pada 2022 mencapai 19,45 juta ton.
Sementara itu memilahkan jenisnya, mayoritas timbulan sampah nasional pada 2022 berupa sampah sisa makanan dengan proporsi 41,55%.*** (Diaz A)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
WhatsApp Hadirkan Panggilan Langsung di Browser, Meta Perluas Inovasi Komunikasi Tanpa Aplikasi
-
Dukung Lingkungan Bersih, BRI Serahkan Bantuan Truk Sampah ke Kodam IX/Udayana
-
BPDP Ungkap 41% Industri Sawit Nasional Dikelola Rakyat Langsung, Serap 16,5 Juta Tenaga Kerja
-
Perkuat Ekosistem Mode Nasional, BTN Dorong Pertumbuhan Sektor Kreatif Lewat IFW 2026
-
Dari Ibu Penyayang ke Pembunuh Berdarah Dingin: Lindsay Clancy Habisi 3 Anak Kandung
-
Sawit RI Kerap Dihantam Black Campaign, Dianggap Ancaman Bisnis Global
-
Maraknya PHK di Emiten, Perusahaan Wajib Transparan ke Investor
-
Fujifilm Rilis Varian Baru Instax Mini 99 ke RI, Kamera Analog Premium Harga Rp 3,6 Juta
-
Ramalan 12 Shio Hari ini 30 Juli 2026: Shio Ayam Paling Hoki, Babi Harus Waspada
-
Inovasi di TPA Supit Urang: Saat Sampah Plastik Malang Disulap Jadi Solar Pembakar Mesin