SUARA SEMARANG - Bima Sakti, pelatih timnas u-17 Indonesia, telah menjadi sorotan sejak keputusannya untuk memulangkan pemain kesayangannya, Arkhan Kaka, ke klub Persis Solo.
Namun, dibalik keputusan Bima Sakti tersebut terdapat sebuah cerita menarik yang membuat banyak orang terkejut.
Arkhan Kaka merupakan salah satu pemain berbakat yang berhasil menarik perhatian Bima Sakti selama TC (Training Camp) Garuda Select.
Meskipun hanya diizinkan bergabung dalam TC selama 2 pekan oleh klub Persis Solo, pemain muda tersebut berhasil mencuri hati pelatihnya.
Bima Sakti melihat potensi besar dalam bakat yang dimiliki oleh Arkhan Kaka, sehingga ia pun berjanji untuk memulangkan pemain tersebut ke klubnya setelah TC selama 2 pekan.
Namun, keputusan lain yang membuat Bima kehilangan pemain berbakat di TC adalah Sulthan Zaki.
Pemain muda ini juga harus kembali ke klub sesuai rencana, karena Timnas Indonesia u-17 akan melanjutkan seleksi dan TC di Bali untuk persiapan menghadapi friendly match melawan klub La Liga, Barcelona Juvenil u-18.
Dalam wawancara terbaru, Bima Sakti mengungkapkan alasan di balik keputusannya memulangkan Arkhan Kaka ke klub.
Menurutnya, ini adalah langkah yang sulit namun dibutuhkan untuk perkembangan karier sang pemain.
Baca Juga: Wow! Asnawi Mangkualam Siap Menuju FC Seoul, Potensi Bintang Indonesia yang Bersinar di Liga Korea
Bima Sakti berfokus pada membangun kekuatan timnas u-17 untuk menghadapi Piala Dunia u-17 2023, dan meskipun ia ingin memiliki pemain terbaik seperti Gabriel Han Willhoft King, ia harus realistis dengan situasi yang ada.
Gabriel Han Willhoft King, pemain muda berusia 17 tahun yang bermain di Tottenham Hotspur u-18, sebelumnya diharapkan untuk memperkuat Timnas Indonesia u-17 dalam ajang Piala Dunia.
Namun, sayangnya, Gabriel tidak memiliki paspor Indonesia, sehingga rencana tersebut harus dibatalkan.
Bima Sakti menyatakan bahwa proses naturalisasi membutuhkan waktu yang lama, dan situasi ini membuatnya harus mencari alternatif lain untuk memperkuat skuadnya.
Sebelumnya, Dennis Wise, mantan pemain timnas Inggris, memberikan saran kepada Ketum Erick Thohir untuk mengerucutkan sistem pembinaan usia muda dengan membentuk timnas Indonesia usia 14.
Usulan ini diterima dengan baik oleh Ketum PSSI, dan Bima Sakti juga sepenuhnya mendukung ide ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Langkah Prabowo di Board of Peace Dinilai Realisme Politik untuk Bela Palestina
-
BRI Perkuat CSR Lewat Aksi Bersih-Bersih Pantai Dukung Gerakan Indonesia ASRI
-
Dari Dua Kali Jadi Sekali? MBG Lansia Berpotensi Ikut Skema Rp10 Ribu per Porsi
-
Rendang Pahit di Ulang Tahun Pernikahan ke-7
-
ATEEZ Bakar 'Adrenaline' Lewat Penampilan Penuh Energi di Lagu Terbaru
-
Soal Prabowo Dua Periode, Dasco: Kita Lihat Kepuasaan Masyarakat pada Program Periode Pertama
-
Tekiro Bawa Peralatan Otomotif Terbaru ke IIMS 2026, Ngebengkel di Rumah Jadi Lebih Mudah
-
Oppo Find X9s Usung Chipset Dimensity 9500s dan Kamera 200 MP, Segera Rilis dalam Waktu Dekat
-
Daftar 6 Proyek Hilirisasi yang Digarap Danantara Mulai Hari Ini
-
Aksi Jumat untuk Palestina, Massa Minta Indonesia Tinggalkan Board of Peace