Video / News
Jum'at, 06 Februari 2026 | 18:00 WIB

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam inisiasi Board of Peace bentukan Donald Trump kini menuai beragam analisis dari para pengamat politik.

Pengamat Syahganda Nainggolan menilai langkah tersebut bukan merupakan pelemahan sikap, melainkan sebuah strategi taktis untuk membela kepentingan Palestina dari dalam sistem global.

Syahganda menegaskan bahwa secara historis, keluarga Prabowo memiliki rekam jejak kuat mendukung Palestina, merujuk pada keterlibatan Sumitro Djojohadikusumo dalam gerakan internasional sejak masa perjuangan.

Kebijakan ini berkembang mulai dari keterlibatan dalam organisasi internasional pimpinan Trump, hingga pengambilan peluang melalui realisme politik yang serupa dengan langkah Turki serta Yordania
Syahganda menekankan bahwa dari kebijakan luar negeri yang kontroversial ini, Presiden Prabowo menunjukkan keberanian dalam menjelaskan langsung posisi strategis pemerintah kepada publik dan ormas Islam.

Gaya komunikasi yang transparan ini dinilai sebagai pembeda signifikan dari kepemimpinan sebelumnya, di mana Presiden Prabowo lebih memilih melakukan dialog terbuka terkait keputusan strategis yang diambil negara 4/2/2026.

Creative/Video Editor: Azky/Leo

Load More