SUARA SEMARANG - Eks Camat Gajahmungkur, Ade Bhakti akhir-akhir ini menjadi pembicaraan soal dugaan konten nasi goreng yang membuatnya dipindahtugaskan.
Dalam video yang diunggahnya di Instagram pribadinya yang berlatar di kantor kecamatan Gajahmungkur, sebagai ASN dia mengatakan siap ditugaskan di mana saja.
"Apapun tugasnya, ASN harus siap. Asal bukan karena nasi goreng," katanya dikutip dari instagram @adebhakti.
Di bio istagramnya, Ade Bhakti juga menuliskan bahwa kini dirinya bukan lagi menjadi Camat Gajahmungkur.
Dia sadar bahwa tugasnya nanti di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang bukan hanya menyoal tentang kebakaran saja.
"Tidak hanya kebakaran, tapi juga ular, cincin yang tidak bisa lepas dan lain sebagainya," ungkapnya.
Sebelumnya, sederetan pencapaian sebagai Camat Gajahmungkur sudah diraih oleh Ade Bhakti.
Dia mencontohkan beberapa hal yang menjadi prestasinya selama menjadi Camat Gajahmungkur.
"Evaluasi kecamatan setiap 3 bulan sekali, dari 16 kecamatan, (Gajahmungkur) peringkat 1," katanya.
Baca Juga: Suka Kulineran, 4 Zodiak Ini Malah Paling Sering Alami Alergi Makanan
Selain itu, dari 51 dinas, dirinya mendapatkan peringkat 5. Angka stunting di Kecamatan Gajahmungkur juga dikatakannya turun dari angka 60an menjadi 30an.
"Urban farming di Kecamatan Gajahmungkur juga mendapatkan CSR dari BRI ratusan juta," bebernya.
Sebagai ASN yang kini bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, dia mengatakan siap menerima laporan dari warga.
Jika saat menjadi Camat Gajahmungkur wilayah kerjanya hanya dalam satu lingkup kecamatan, kini wilayah kerja Ade Bhakti mencakup Kota Semarang secara keseluruhan.
"Lapor apa saja saya tanggapi, wilayahnya se-Kota Semarang," pungkasnya.
Sebelumnya, warga Kota Semarang sempat heboh di media sosial karena adanya kabar digesernya Ade Bhakti sebagai camat.
Para netizen menduga bahwa Ade Bhakti dipindahtugaskan karena kontennya yang berisikan tentang nasi goreng.
Di sisi lain, Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu sedang mengadakan lomba membuat nasi goreng yang diikuti seluruh warga hingga level RT.
Dalam video tersebut satu orang melaporkan kepada Ade Bhakti bahwa ada penjual nasi goreng yang sepi pelanggan beberapa waktu ke belakang.
Berita Terkait
-
Peluang Emas Senam Untuk Kota Semarang di Porpov XVI Jateng 2023, Keira dan Zaskia Raih Poin Tertinggi
-
Dibalik Pencopotan Camat Gajahmungkur yang Viral, Ini Cerita Adhe Bakti Soal Konten 'Nasi Goreng'
-
Kisah Haru Driver Ojol Semarang, Tulang Punggung Keluarga yang Sering Jadi Korban Pelecehan Seksual
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan