SUARA SEMARANG - Dua nama lokal Ramadhan Sananta dan Witan Sulaeman menyejajarkan diri dengan para pemain asing termasuk milik PSIS Semarang.
Bahkan Ramadhan Sananta dan Witan Sulaeman menjadi pemain lokal terbaik dengan statistik yang dimilikinya hingga saat ini.
Hal itu dibuktikan dengan gol-gol yang dilesakkan oleh Ramadhan Sananta dan assist yang dikreasikan oleh Witan Sulaeman di klub masing-masing.
Hingga pekan ke 6 ini, Ramadhan Sananta adalah pencetak gol terbanyak untuk pemain lokal dengan 4 gol.
Dua gol terakhir Ramadhan Sananta dilesakkan saat Persis Solo mengalahkan Persib Bandung.
Dengan 4 gol dari 432 menit bermain maka Ramadhan Sananta sejajar dengan striker PSIS Semarang Carlos Fortes dan penyerang PSM Makassar Kenzo Nambu.
Maka wajar jika saat ini Ramadhan Sananta menjadi properti panas dan dilirik banyak klub di Indonesia.
Sementara Witan Sulaeman yang musim lalu meredup kini mulai menemukan permainan apiknya lagi.
Bukan mencetak gol, namun Witan Sulaeman berhasil mengkreasikan peluang menjadi gol bagi rekan-rekannya di Persija Jakarta.
Baca Juga: Kiper Grade A ke Inter Milan Jadi Klausul Erick Thohir Mendatangkan Emil Audero Ke Timnas Indonesia?
Total sudah 4 assist dibukukan oleh Witan Sulaeman sejauh ini dan itu mengalahkan nama-nama pemain asing di Indonesia.
Assist Witan Sulaeman mengungguli milik pemain Madura United Francisco Israel Rivera (3 Assist), pemain Bhayangkara Matias Mier (3 assist) dan hanya kalah dari pemain Persis Solo Alexis Messidoro dengan 5 assist.
Sementara itu dari statistik liga saat ini, pemain dengan kartu kuning terbanyak adalah Alberto Rodriguez (Persib), Jihad Ayoub (PSS Sleman), Muhammad Kemaluddin (Persikabo) dan Ricky Kambuaya (Dewa United) dengan 4 kartu.
Dengan usia yang masih muda maka Ramadhan Sananta dan Witan Sulaeman diyakini akan melanjutkan tren performa bagusnya musim ini.
Permainan Ramadhan Sananta dan Witan Sulaeman terbukti mampu mengatrol posisi klub untuk bersaing di papan atas.***
Berita Terkait
-
Dua Gol Krusial Marselino Ferdinan Selamatkan Wajah Klub Belgia, Rekap 7 Ujicoba KMSK Deinze
-
Diam-Diam Asnawi Mangkualam Hantarkan Si Kribo Puncaki Topskor K2 Lewati Klub Timnas Korea
-
Backheel Memutar Marselino Ferdinan Dibalas Jempol "Robin Van Persie" di Belgia
-
Nutmeg Asnawi Mangkualam Permalukan Eks Klub, Jeonnam Dragons Kuasai Daftar Pemain Pencetak Gol Terbanyak
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan