SUARA SEMARANG - PSIS Semarang tak boleh memandang remeh skuad Selangor FC. Meski hanya bertajuk laga persahabatan, kualitas klub Malaysia tersebut harus diwaspadai.
Perbedaan kualitas PSIS Semarang dan Selangor FC terlihat jelas dari harga total kedua tim, trofi, usia rata-rata para pemain yang dimiliki hingga posisi di klasemen sementara di liga masing-masing.
Dimulai dari usia rata-rata para pemain, skuad Selangor FC lebih matang jika dibandingkan PSIS Semarang. Perbandingan keduanya adalah rata-rata usia 25 tahun 6 bulan berbanding 24 tahun 1 bulan.
Usia 25 tahun seorang pemain sepakbola biasanya memiliki kualitas dan pengalaman yang tak dimiliki oleh para pemain di usia dibawahnya. Meski di beberapa kasus, hal ini tak terjadi.
Jumlah pemain PSIS Semarang yang bermain di Timnas juga jauh dibelakang Selangor FC. Yakni 17 pemain berbanding 5 pemain.
Jumlah trofi PSIS Semarang juga kalah dibandingkan Selangor FC. Selangor memiliki total 48 trofi. Terdiri dari 3 juara Liga Malaysia, 32 kali juara Piala Malaysia, 8 kali juara Piala Super malaysia dan 5 kali juara Piala FA Malaysia.
Sementara PSIS Semarang baru memiliki 4 trofi. dua kali juara Liga Indonesia dan 2 kali juara Liga 2 Indonesia.
Kualitas tim Selangor FC juga sedang bagus-bagusnya di Liga Malaysia. Saat ini mereka menduduki posisi runner up dengan 49 poin dari 22 laga.
Rinciannya, 16 kali menang, 1 imbang dan 5 kali kalah. Produktivitas gol Selangor FC juga mengerikan, hampir tiga gol per laga.
Baca Juga: Jadwal Terbang Elkan Baggott Hingga Arhan Datang di Solo Perkuat Timnas Indonesia
Sementara PSIS Semarang baru mengoleksi 18 poin dari 11 laga. Dengan rincian 5 kali menang, 3 imbang dan 3 kali kalah. Di papan klasemen, PSIS Semarang berada di posisi ke-5.
Produktivitas gol PSIS Semarang tak sampai dua gol per laga karena baru mencetak 17 gol.
Perbandingan selanjutnya adalah harga kedua klub juga terpaut cukup jauh. Secara total, pemain PSIS Semarang diperkirakan sekitar Rp 77,87 miliar.
Harga tertinggi pemain PSIS Semarang Taisei Marukawa Rp 6,08 miliar. Diikuti Boubakary Diarra dan Carlos Fortes sama-sama di kisaran harga Rp 5,21 miliar.
Sementara di kubu Selangor FC total harga pemain berkisar Rp 97,77 miliar. Pemain termahal gelandang serang Yohandry Orozco yang berkewarganegaraan venezuela Rp 8,69 miliar.
Selangor FC juga memiliki banyak pemain dengan harga diatas Rp 6 miliar. Mulai dari striker Richmond Boakye dari Ghana Rp 6,95 miliar, Ayron del Valle dari Kolombia Rp 7,82 miliar dan gelandang Yordania Noor Al-Rawabdeh Rp 6,08 miliar.
Meski kalah kualitas namun dukungan suporter yang akan datang langsung di Stadion Jatidiri 10 September 2023 akan jadi penyemangat para pemain PSIS Semarang.
Para pemain Selangor FC diperkirakan akan mengalami tekanan luar biasa dari fans PSIS Semarang yang jarang ditemui di Liga Malaysia.
Terlebih lagi PSIS Semarang memiliki suporter fanatik yang siap mendukung saat klub bermain 90 menit di lapangan.***
Berita Terkait
-
Jadi Versatile, Posisi Asnawi Mangkualam Diubah Lagi Pelatih Jeonnam Dragons
-
Resmi, Paulo Gali Freitas Tinggalkan PSIS Semarang untuk Sementara Demi Negaranya
-
Pelatih Ubah Gali Freitas Jadi Kaoru Mitoma PSIS Semarang Mantab Empat Besar
-
Banderol Harga Ramadhan Sananta Meroket Gila-Gilaan Saingi Pratama Arhan
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Wacana Percepatan Pemilu Bikin Panas, GCP Bakal Polisikan Budi Arie
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Purbaya Klaim Keuntungan Danantara Akan Disetor ke Pemerintah Tahun Ini, Negara Kantongi Rp 120 T
-
Mencari Warna di Balik Gelapnya Duka dalam Novel French Pink
-
Perusahaan AS Jadikan RI Pusat Produksi Global, Ekspor Sampai Kanada hingga Inggris
-
Maling Motor di Warkop Medan Ditembak Polisi, Pelaku Beraksi hingga ke Aceh
-
30 Tahun Berlalu, Komnas HAM Kembali Selidiki Peristiwa 27 Juli 1996
-
3 Rekomendasi Peeling Pad Mengandung AHA BHA: Wajah Halus, Noda Hitam Tersamarkan
-
Waspada Greenwashing, Klaim Ramah Lingkungan yang Tak Selalu Hijau
-
Cara Mengubah Pecahan ke Persen dengan Mudah: Begini Rumus dan Langkah-langkahnya