SUARA SEMARANG - Kota Semarang sebagai metropolitan rupanya berimbas pada ganguan kesehatan mental atau depresi pada warganya. Tahukah kalian kecamatan mana yang paling tinggi warga terkena kasus itu.
Dari 16 kecamatan yang ada di Kota Semarang ada satu wilayah yang paling tinggi orang mengalami gangguan kesehatan mental depresi.
Jangan kaget, rupanya kecamatan di Kota Semarang ini yang terkenal sejuk dan tenang justru paling tinggi dari warga mengidap depresi.
Melansir UNICEF bahwa pengertian depresi adalah salah satu bentuk kondisi kesehatan mental yang dialami banyak orang dan sering kali muncul berbarengan dengan kecemasan.
Kategori depresi bisa ringan dan sementara, atau berat dan berkepanjangan. Ada orang-orang yang mengalami depresi hanya sekali dalam hidupnya, ada pula yang mengalaminya berkali-kali.
Efek dari depresi bisa berujung pada tindak bunuh diri, tetapi hal ini bisa dicegah dengan dukungan yang tepat. Penting untuk mengetahui bahwa ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk membantu anak-anak muda yang memiliki dorongan untuk melakukan tindakan ini.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, didapatkan ada kecamatan yang warganya banyak mengalami kasus gangguan kesehatan mental depresi.
Dinkes Kota Semarang mencatat jika Kecamatan Mijen, menjadi wilayah tertinggi kasus depresi di Kota Semarang.
Angka itu diperoleh dari hasil skrining kesehatan mental pada anak usia 4-18 tahun dan dewasa di atas 18 tahun dengan menggunakan SDQ.
Baca Juga: Awas! Unggahan Surat Wasiat Korban Bunuh Diri yang Bebas Beredar Bisa Picu Copycat Suicide
Riset dilakukan dengan Dinas Kesehatan membagikan kuisioner melalui puskesmas setempat.
Kepala Dinkes Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan, Puskesmas Mijen menyumbang angka kasus depresi tertinggi.
“Peta sebaran kasus gangguan depresi paling banyak ada di Puskesmas Mijen," kata Hakam, kepada awak media Rabu 25 Oktober 2023.
Data hasil skrining kesehatan mental yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang tercatat sebanyak 935 kasus hingga 10 Oktober 2023.
Kasus kesehatan mental didominasi kasus gangguan depresi sebanyak 445 kasus.
Kemudian, kasus gangguan campuran axietas dan depresi sebanyak 276 kasus. Gangguan neurotik 31 kasus.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Freelance: Upaya John Cena Selamatkan Karier dan Nyawa di Tengah Kekacauan, Sahur Ini di Trans TV
-
Cara Menjawab 'THR-nya Mana?' Begini Respons Tetap Sopan dan Mudah Dipahami
-
Ajak Warga Ikut Bongkar Pelaku Teror Air Keras Aktivis KontraS, Polri: Identitas Kami Lindungi
-
Kapan Bank Mulai Libur Lebaran 2026? Cek Jadwal Layanan Terbatas di Sini
-
OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, Diduga Terkait Penerimaan dari Sejumlah Proyek
-
Detik-detik Penampakan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman Usai OTT KPK, Sekda Bungkam
-
Heboh Video Bentrokan di Lahan Sawit Rokan Hulu, Sejumlah Orang Luka-luka
-
15 Pantun Minta THR Cair, Lucu dan Menghibur untuk Hari Raya Idulfitri
-
Final Destination 5: Menantang Maut di Jembatan Gantung, Malam Ini di Trans TV
-
Kekayaan Fantastis Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman yang Ditangkap KPK