SuaraSerang.id - Dalam kajian yang diterbitkan Indonesia Corruption Watch (ICW) bekerja sama dengan Transparency International Indonesia, pada akhir tahun 2021 ada warga yang sudah lama meninggal, pindah alamat tempat tinggalnya hingga menjadi ASN , namun acap kali tercatat sebagai penerima Bansos.
Hasil penelitian jaringan masyarakat sipil, yakni Transparency International dan ICW, menunjukkan bahwa ada banyak masalah dalam penyaluran bantuan sosial seperti saat penyaluran bantuan sosial Covid -19.
Selain masalah pendataan, mereka juga menemukan potensi korupsi dalam pengadaan barang dan jasa. Hal ini terbukti dengan adanya kasus korupsi bantuan sosial yang dilakukan oleh mantan Menteri Juliari P. Batubara.
“Inventarisir ICW atas penindakan kasus korupsi selama tahun 2020 juga menemukan bahwa Kepolisian di 21 daerah menangani sedikitnya 107 kasus korupsi terkait bantuan sosial akibat dampak pandemi Covid-19. Data tersebut cukup menggambarkan betapa rentannya program bansos untuk dikorupsi, khususnya dalam hal pengadaan darurat, yang semakin membuka peluang terjadinya kolusi antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau pihak lain dalam sebuah institusi yang melakukan pengadaan dengan penyedia,” demikian bunyi dalam satu kalimat dalam kajiannya.
Masalah lainnya adalah penyaluran bansos. Hasil kajian jaringan masyarakat sipil menegaskan bahwa “banyak masyarakat yang tidak mengetahui berapa besaran bantuan sosial yang harus mereka terima atau apa saja rincian kebutuhan sembako yang menjadi hak mereka. Akibatnya, masyarakat juga kesulitan untuk memverifikasi apakah bantuan sosial yang mereka terima sudah memadai atau tidak.”
Peneliti dari Transparency International Agus Sarwono, menyoroti adanya pungutan liar setelah penerima bantuan melakukan pencairan uang mereka.
“Jadi , itu awalnya tidak dipotong, tetapi ketika cair, modusnya jadi ada “jasa”. Terdapat potongan uang ‘jasa’ tadi sebesar Rp20.000-100.000 dalam penyaluran bansos tunai pada saat pencairan. Sementara bantuan bagi usaha mikro, modusnya adalah percaloan dalam pengurusan izin mikro kecil di UMK, itu berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000,” kata Agus.
Mensos Tri Rismaharini menyatakan, pihaknya akan melakukan pemutakhiran Data Bantuan Sosial Terpadu (DTKS) setiap bulan untuk memastikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM sudah tepat sasaran.
"Jadi dalam undang-undang itu sebenarnya satu tahun dua kali, tetapi karena kondisi di daerah berubah dengan cepat, kami melakukan perubahan [DTKS] setiap bulan. Jadi setiap bulan, saya membuat SK baru,” kata Risma dalam siaran persnya, Sabtu (03/09), dikutip dari situs Sekretariat Kabinet Indonesia.
Baca Juga: Lampu Padam, Laga Persiraja vs PSMS Batal, Penonton Mengamuk Bakar Stadion
Risma juga mengklaim, Kemensos memiliki 70 ribu pendamping di seluruh Indonesia untuk mem-verifikasi dan pengecekan data penerima bansos di lapangan.
Selain itu, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam pembaruan data melalui menu Usulan dan Sanggah di aplikasi Cek Sosial dan Pusat Kendali (Command Center) di Kementerian Sosial.
Selain BLT, pemerintah telah menyiapkan subsidi upah sebesar Rp600.000 untuk 16 juta pekerja dengan upah maksimal Rp3,5 juta per bulan. Pemerintah pusat kemudian mengarahkan pemerintah daerah untuk menggunakan transfer publik sebesar Rp2,17 triliun untuk mendukung angkutan umum, ojek online dan nelayan.
(suara.com)
Tag
Berita Terkait
-
63 Ribu Warga Solo Bakal Terima BLT BBM, Bagi Begini Cara Daftarnya
-
Dinsos Sumsel: 170 Ribu Warga Masuk Penerima BLT BBM 2022
-
Soal Penyaluran BLT BBM, Anggota DPR Minta Pemutakhiran Data agar Akurat
-
Pemprov Jabar Bakal Kawal Penyaluran BLT ke Masyarakat
-
BLT Cair Usai Harga BBM Naik, Rocky Gerung: Kayak Kasih Oksigen Habis Orangnya Dicekik
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- Apa Varian Tertinggi Isuzu Panther? Begini Spesifikasinya
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Jika Kritik Tak Lagi Aman, Ke Mana Arah Demokrasi Indonesia?
-
Review Diikutin Stalker 30 Menit: Nichkhun 2PM Terpaksa Pulang Diantar Mobil Patroli
-
5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk Pemula yang Irit BBM dan Hemat Perawatan
-
Jangan Sampai Muntah di Jalan! Ini 8 Trik Rahasia Agar Perut Anti Mabuk Saat Mudik
-
Pedagang Pakaian di Simeulue Sepi Pembeli Jelang Lebaran 2026, Daya Beli Masyarakat Menurun
-
7 Salon, Spa, dan Klinik Kecantikan di Palembang untuk Glow Up Sebelum Lebaran
-
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
-
Yamaha Fazzio Resmi Diekspor ke Jepang, Harganya Bikin Melongo Nyaris Setara Nmax
-
Lonjakan Perdagangan Ternak di Pasar Hewan Aceh Besar Jelang Tradisi Meugang Lebaran 2026
-
7 Rekomendasi Merek Bantal Leher untuk Mudik, Perjalanan Nyaman Anti Pegal