TikTok memperluas kebijakannya untuk mempersulit politisi dan pendukungnya mengumpulkan dana dari platform. Bahkan perusahaan asal Tiongkok itu berencana untuk memblokir semua kegiatan penggalangan dana untuk politisi.
Presiden of Global Global Business Solutions TikTok, Blake Chandlee mengatakan perusahaan akan segera menonaktifkan semua fitur periklanan dan monetisasi platform TikTok. Fitur tersebutmencakup pemberian hadiah dan tip untuk para politikus ataupun partai politik di platformnya.
Bahkan akun pemerintah, politisi, dan partai politik diwajibkan untuk mengajukan verifikasi tanda biru.
"Dengan melarang kampanye penggalangan dana, membatasi akses ke alat monetisasi dan verifikasi akun, kami ingin mencapai keseimbangan antara pengguna yang berbicara tentang masalah kehidupan mereka sambil melindungi hiburan dan platform kreatif yang diinginkan komunitas kami," kata Chandlee dikutip dari The Verge, Kamis (22/9/2022).
Dalam beberapa waktu kedepan, TikTok berharap dapat meluncurkan larangan penggalangan dana kampanye secara keseluruhan. Kebijakan ini akan melarang politisi dan partai politik menggunakan platform yang mengarahkan audiens ke situs web kampanye mereka demi memberikan sumbangan.
Juru bicara TikTok Jamie Favazza mengatakan jika perusaahan berencana untuk mengakkan aturan baru ini melalui kombinasi teknologi dan moderator manusia.
"Kami akan bekerja sama dengan pemerintah, politisi dan partai politik untuk memverifikasi akun mereka. Baik saat mereka mengajukan permintaan verifikasi atau jika kami mengindentifikasi akun yang kami anggap milik pemerintah, politisi dan partai politik. kami akan mengkomfirmasi keaslian akun tersebut," ungkap Favazza.
Cara ini merupakan bagian dari inisiatif integritas pemilu TikTok yang lebih luas pada tahun ini. Agustus lalu, perusahaan mengumumkan rencananya untuk melawan ancaman berbahaya dari disinformasi pemilu yang berbahaya.
Mereka menekankan kebijakan yang melarang influencer dibayar untuk memposting konten politik. Perusahaan juga mengatakan akan mulai menerbitkan konten pendidikan untuk pembuat konten dan perusahaan manajemen untuk memberi tahu mereka dengan lebih baik tentang larangan tersebut.
Baca Juga: Istri Sopir Ojol Cemburu Buta! Penumpang Suaminya Dijambak-jambak, Dituduh jadi Pelakor
TikTok juga mengatakan akan menandai video dengan informasi palsu atau tidak terverifikasi terkait politik pemilu yang belum dikonfirmasi.
TikTok sendiri mulai melarang iklan politik sejak tahun 2019, karena konten bermuatan politik terus membanjiri platform.
Selain itu, basis pengguna TikTok cenderung lebih muda daripada
jejaring sosial lainnya. Ii menjadikan TikTok sebagai platform utama bagi kandidat yang mencari dukungan dari kalangan pemilih muda.
Tag
Berita Terkait
-
Terpopuler Lifestyle: Rafathar Sultan Andara Borong Mainan di New York, Alasan Seseorang Tidak Menyukai Kamu
-
TikTok Haramkan Politikus Cari Duit dari Platform
-
Viral Wanita Ngaku Putih Tak Pernah Pakai Bedak, Videonya Distitch Edric Tjandra Auto Ngakak
-
Cinta Sejati! Suami Temani Istri Keluar Masuk RS Belasan Tahun Demi Dapat Momongan, Kisahnya Bikin Haru
-
Penjelasan Medis Tentang Kutukan Syahrini-Reino Barack yang belum juga Hamil
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
FIFA Jawab Isu Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko Pasca Tewasnya Gembong Kartel El Mencho
-
BRI Cepu Gelar Program SERU: Setor Tunai Rp20 Juta Via CRM, Langsung dapat Minyak Goreng Gratis!
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Penerima Beasiswa LPDP Kembalikan Dana ke Negara karena Tak Mengabdi, Per Orang Rp 1-2 Miliar
-
Horor di Tol Kaligawe: 6 Debt Collector Brutal Ditangkap Usai Coba Rampas Mobil Berisi 5 Wanita!
-
Bos LPDP: Anak Pejabat Boleh Terima Beasiswa
-
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini 26 Februari 2026, Cek Panduan Resmi Kemenag
-
Dari Gerakan Non Blok ke Aliansi Amerika, Indonesia Tak Lagi Bebas Aktif Gegara ART dan BoP?
-
KPK Periksa Sekjen Kemnaker Terkait Kasus Pemerasan Sertifikasi K3