Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menetapkan setidaknya 6 orang tersangka dalam kerusuhan yang telah menewaskan ratusan pendukung tim sepak bola Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Kamis (6/10/2022).
Salah satu tersangkanya adalah Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku penyelenggara kompetisi, yakni Akhmad Hadian Lukita.
Menanggapi penetapan status tersangka Akhmad Hadian Lukita, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule mengaku, pihaknya menghormati proses pengadilan yang dilakukan polisi.
"Saya sudah mendengar berita soal itu, dan PSSI menghormati penetapan tersangka yang baru saja dibacakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo," kata Iriawan aka Iwan Bule dalam keterangan resminya, Kamis malam (10/6/2022).
Menurut data terakhir, jumlah korban yang meninggal dunia mencapai 131 orang dalam tragedi Kanjuruhan.Tentu saja ini adalah sebuat catatan sejarah kelam dalam dunia sepak bola Indonesia.
Berdasarkan data tersebut, terdapat 377 orang luka-luka telah dipulangkan dan 66 orang masih dirawat. Para korban luka dirawat di 25 rumah sakit yang tersebar se Malang Raya.
Hingga kini, belum ada sikap dari PT. LIB terkait adannya penetapan status tersangka terhadap Ketua Umum tersebut.
Namun, ketika dikonfirmasi terkait penetapan tersangka terhadap sang Dirut PT. LIB, Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno mengaku, pihaknya akan segera menentukan sikap, dan dalam waktu dekat akan segera diumumkan kepada awak media.
"Izin nanti akan segera ada rilisnya ya," ujar Sudjarno saat dihubungi Suara.com, Kamis (6/10/2022) malam.
Baca Juga: Rendahnya Upah Petani Bisa Ditunjang dengan Teknologi Ekosistem Digital
Tag
Berita Terkait
-
Ucapan Duka Eks Pelatih Arema Milan Petrovic untuk Korban Kanjuruhan: Ini Tragedi Besar!
-
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Sebut Kemungkinan Jumlah Tersangka Tragedi Kanjuruhan Bertambah
-
Dirut PT LIB hingga Kabag Ops Polres Malang jadi Tersangka Tragedi Kanjuruhan
-
Tragedi Kanjuruhan, Tim Investigasi Polri Tetapkan 6 Tersangka
-
Ulasan Investigasi Washington Post: Kepolisian dan Manjemen Stadion yang Buruk dalam Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Sinopsis Aftermath di Bioskop Trans TV: Arnold Schwarzenegger Buru Keadilan Tragedi Maut Pesawat
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Tega! Wanita Tipu Lansia Rp1,8 Juta di Purwokerto, Modus Bantu Cari Kost
-
BNI Ingatkan Nasabah Waspadai Vishing dan Phishing, Tekankan Pentingnya Jaga Data Pribadi
-
Hasil Super League: Persib Bandung Gagal Menang Lagi! Terancam Dikudeta Borneo FC
-
AHY Dorong Model Penataan Kampung Mrican Sleman Jadi Percontohan Nasional
-
Loyalitas di Tengah Perang: Peran Vital Darijo Srna di Shakhtar Donetsk
-
Motul Caplok Saham EMP demi Dorong Pertumbuhan Balap Endurance di Asia Pasifik
-
Simple Plan Kembali ke Indonesia, Konser di Jakarta dan Surabaya Rayakan 25 Tahun Berkarya