/
Sabtu, 07 Januari 2023 | 19:36 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah) berjalan meninggalkan ruangan usai memimpin Penutupan Rakernas II PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (23/6/2022). (Antara)

Jelang perayaan HUT ke-50 PDI Perjuangan, 10 Januari 2023 mendatang. Publik menunggu surprise dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Informasinya Ketum PDI Perjuangan Megawati bakal mengumumkan nama bakal calon presiden, dua nama masuk dalam bursa pencalonan, yakni Puan Maharani Ketua DPR RI dan Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah.

Walau belum ada yang mengetahui siapa capres di Pilpres 2024 dari PDIP, akan tetapi menurut pengamat politik Unand, Asrinaldi suara kader harus jelas buat siapa nantinya.

Hal itu kata Asrinaldi melansir dari Teraskabar.com, Sabtu 7 Januari 2023 yang mengemukakan, bahwa kader PDI Perjuangan di Padang dan Sumatera Barat harus melihat kondisi.

Menurut pengamat politik Asrinaldi, di antara nama bakal calon usungan PDIP baik itu Ganjar Pranowo dan Puan Maharani (kader murni-red), keduanya memiliki plus dan minus.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut Ketua DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Jawa Tengah. (sumber: instagram/@ganjar_pranowo)

Akan tetapi menurut Asrinaldi, nama Ganjar Pranowo di Sumatera Barat (Sumbar) lebih dominan, salah satu alasannya, "Saya pikir Ganjar Pranowo lebih hamble dan punya prestasi, karena orang Minang cukup rasional".

"Tentunya nama Ganjar punya peluang di Sumatera Barat ketimbang Puan Maharani," ujar pengamat politik Unand, Asrinaldi di Padang, Sabtu (7/1/2023).

Andaikata bukan nam Puan Maharani yang keluar sebagai capres dari Ketua Umum PD-P Megawati Soekarno Putri, dalam pandangan Asrinaldi akan ada dampak buruk di internal PDI Perjuangan.

Berkemungkinan, trah Soekarno terkikis secara bertahap, sebab sudah dua kali pencalonan presiden usungan PDI Perjuangan bukan langsung kader murni, melainkan figur lain yang kemudian dianggap kader.

Baca Juga: Dikabarkan Dekat dengan Gading Marten, Luna Maya Mulai Sibuk Kepoin Gempi

Dosen ilmu politik Unand di Padang menggambarkan, kasus itu akan sama dengan Partai Golkar di 2014 lalu. "Ketika tidak ada yang layak (kader-red), maka ia mendukung calon presiden lain, yang waktu itu Prabowo Subianto," ungkapnya.

Posisi PDI Perjuangan saat ini dilematis. Antara loyalitas dan kekuasaan (pemerintahan-red). Asrinaldi menduga bahwa nam bakal calon yang keluar adalah sosok figur yang menjual namanya.

"Kedua nama itu memang menjual, akan tetapi PDI tentu tidak ingin kehilangan kekuasaan sebagai misi partai politik kebanyakan," ungkapnya lagi.

Sejauh ini Ganjar Pranowo telah menembus 30 persen suara atau elektabilitas berada di atas puncak. Menyusul Anies Baswedan, selanjutnya Prabowo Subianto. [*]

Load More