- KPK menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin, Mulyono, pada Selasa (4/2/2026) terkait dugaan transaksi haram.
- Penyidik KPK mengamankan uang tunai lebih dari Rp1 miliar dalam operasi tangkap tangan tersebut.
- Penangkapan ini berkaitan dengan pengurusan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) perusahaan perkebunan bernilai puluhan miliar.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak dengan melakukan operasi senyap yang berujung pada penangkapan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono.
Tak tanggung-tanggung, dalam operasi tangkap tangan (OTT KPK) tersebut, tim penyidik berhasil menyita barang bukti uang tunai dengan nilai fantastis.
Lembaga antirasuah mengonfirmasi bahwa jumlah uang yang diamankan dalam operasi senyap ini mencapai lebih dari satu miliar rupiah. Uang tersebut diduga kuat merupakan bagian dari transaksi haram terkait pengurusan pajak.
"Tim mengamankan uang tunai sekitar Rp1 miliar lebih," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Budi Prasetyo membeberkan, penangkapan Mulyono bersama dua orang lainnya ini berkaitan erat dengan proses restitusi atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak.
Kasus ini diduga melibatkan pengurusan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari sebuah perusahaan di sektor perkebunan yang nilainya mencapai puluhan miliar rupiah.
"Jadi, terkait dengan restitusi PPN yang diajukan oleh pihak swasta di KPP Madya Banjarmasin, nilai restitusi mencapai puluhan miliar rupiah," katanya sebagaimana dilansir Antara.
OTT yang menggemparkan Kalimantan Selatan ini dilaksanakan oleh tim KPK pada Selasa, 4 Februari 2026.
Operasi ini menandai agresivitas KPK di tahun 2026, di mana ini merupakan OTT keempat yang dilakukan sepanjang tahun ini.
Baca Juga: Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
Secara khusus, ini menjadi kali kedua KPK menyasar pejabat di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) pada tahun 2026, menunjukkan adanya celah korupsi yang serius di sektor penerimaan negara.
Sebelumnya, KPK mencetak debut OTT di 2026 dengan menangkap delapan orang selama 9-10 Januari 2026. Pada 11 Januari, KPK mengungkapkan OTT tersebut mengenai dugaan suap terkait pemeriksaan pajak di lingkungan KPP Madya Jakarta Utara.
Pada tanggal yang sama, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka dari OTT tersebut. Mereka adalah Kepala KPP Madya Jakut Dwi Budi (DWB), Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi KPP Madya Jakut Agus Syaifudin (AGS), Tim Penilai di KPP Madya Jakut Askob Bahtiar (ASB), konsultan pajak Abdul Kadim Sahbudin (ABD), serta Staf PT Wanatiara Persada Edy Yulianto (EY).
Berita Terkait
-
Abraham Samad Akui Minta Prabowo Agar 57 Eks Pegawai Gagal TWK Abal-abal Kembali ke KPK
-
Kepala Pajak Banjarmasin Mulyono Kena OTT KPK, Modus 'Main' Restitusi PPN Kebun Terbongkar
-
KPK OTT Pegawai Pajak dan Bea Cukai Sekaligus, Purbaya: Saya Dampingi Tapi Tak Intervensi
-
Anak Buah Menkeu Purbaya Kena OTT KPK
-
OTT KPK di Jakarta Jaring Pejabat Bea Cukai
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Cuman 40 Ribuan, Internet Tanpa Batas Kecepatan dan Kuota
-
Pengacara Yaqut Klaim Punya Bukti DPR Tolak Usulan 100 Persen Kuota Tambahan Haji Reguler
-
Di Balik Sepiring Dimsum: Membaca Ulang Makna Keluarga di Novel Clara Ng
-
Kunjungan Dapil, Adang Soroti Kesiapan Polres Jakut Hadapi Penerapan KUHP-KUHAP Baru
-
PLN Jadwalkan Pemadaman Palembang 12-15 Agustus, Cek Wilayah dan Jamnya
-
5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
-
Pedagang Menjerit! Harga Ayam di Pasar Surade Sukabumi Terus Melambung
-
Mengendus Rekayasa Hukum Lahan Kencana Bogor, Kuasa Hukum Ujang Minta Gelar Perkara Khusus
-
Ahmad Doli Tegaskan RUU Masyarakat Adat Tak Akan Lemahkan Otonomi Khusus
-
Viral Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras di The Sounds Project, Newport Bakal Tindak Kru