/
Rabu, 01 Februari 2023 | 00:55 WIB
JD.ID

Setelah Perusahaan JD.ID melakukan dua kali PHK di Bulan Mei dan Desember, perusahaan e-commerce ini menerbitkan pengumuman resmi bahwa mereka akan menutup semua layanannya per 31 Maret 2023.

Ada ratusan karyawan yang mengalami nasib buruk dari hasil penutupan lokapasar JD.ID. Meskipun sudah mencapai 200 orang atau 30% mengalami sebelumnya PHK di karenakan pihak perusahaan memerlukan efisiensi untuk mengikuti laju bisnis yang semakin berkembang.

"Efisiensi sebagai jawaban atas tantangan perubahan bisnis yang bergerak cepat," tulisnya Head of Corporate Communications & Public Affairs JD.ID Setya Yudha Indraswara

Namun pihak JD.ID berkomiten untuk terus mendukung eks karyawan terdampak PHK dengan memberikan asuransi sebagaimana mestinya. Selain itu, perusahaan juga akan memberikan rekomendasi promosi serta hak-hak lain yang sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku.

"PHK terhadap 50 persen sampai 85 persen dari total karyawan yang ramai diperbincangkan di media sosial itu tidak benar,"bantahnya.

Induk dari JD.ID yakni JD.com juga mempertimbangkan untuk mundur dari pasar di Indonesia dan Thailand guna efisiensi.

Akan tetapi sebelum tutup secara permanen, JD.ID masih akan memproses semua pesanan yang masuk. Perusahaan tersebut berhenti menerima pesanan per 15 Februari 2023. 

Pihak perusahaan dalam pengumumannya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pelanggan, penjual, mitra, dan karyawan atas dukungan selama ini. 

Bagi pelanggan yang selesai sebelum tanggal penghentian layanan, perusahaan akan tetap memnuhi pesanan seperti biasanya dan layanan purna jual dan dukungan akan tetap tersedia.

Baca Juga: Ruben Onsu Sudah Punya Daftar Akun-Akun Fitnah Skandal Betrand Peto Dan Sarwendah untuk Dipolisikan

Load More