Gita Savitri Devi baru-baru ini mengatakan kalau memang ada wanita narsistik yang mendukung opini childfree atas gagasannya.
Tidak lain sosok itu adalah ibu dari Gita Savitri sendiri, lalu bagaimana menghadapi narsistik. Berikut ini kelemahan dan ciri-ciri wanita yang mengalami gangguan kepribadian narsistik.
Melansir dari berbagai sumber bahwa ciri orang narsistik akan beda dengan orang normal biasanya. Penyakit gangguan kepribadian itu acap sensitif bila menerima kritik.
Selain itu suka pamer dan lebih mengedepankan ego dan tidak punya empati terhadap orang lain.
Seperti halnya pernyataan kontroversial dari Gita Savitri Blogger, bahwa anak merupakan beban dan lebih memilih childfree atau hidup tanpa anak.
Akan tetapi penyakit narsistik miliki kelemahan, seperti yang diungkapkan W. Keith Campbell, profesor psikologi di University of Georgia tentang narsistik dan cara menghadapi.
Menurut psikolog Universitas of Georgia itu, laki-laki yang memiliki wanita narsistik, akan berhadapan dengan sosok yang tidak memiliki empati, dan suka mencari perhatian.
Ia lebih mementingkan keegoan pada dirinya, bukan itu saja ketika kamu lemah menghadapi pasangan narsistik sudah barang pasti akan berujung pada perceraian.
Simak cara menghadapi narsistik dan kenali ciri-ciri:
1. Bersifat Playboy atau PlayGirl
Playboy merupakan salah satu ciri narsistik, yang mana sosok wanita atau pasangan memiliki penyakit seperti itu akan suka memperpendek hubungan. Suka mencari sensasi dant tidak suka dengan hubungan yang panjang.
Baca Juga: Laga Klasik Persib Bandung vs PSM Makassar Digelar di Bogor, Bobotoh Boleh Kawal di Stadion?
2. Suka Konflik dengan Siapa Saja
3. Orang Narsistik Suka Play Victim
Menempatkan diri sebagai korban atau orang yang merasa dirugikan, dan mengklaim bahwa orang lain yang melakukannya. Artinya seorang narsistik tidak mau disalahkan.
4. Anggap Orang Lain Adalah Beban
Seorang narsistik itu suka tindakan berbahaya walau itu mengancam dirinya. Selalu anggap orang lain adalah beban dalam hidupnya, seperti kasus yang viral saat ini 'hidup tanpa anak" diklaim bikin awet muda.
Suka mempertahankan lawan jenis, tiga sampai lima orang dan ketika kecewa akan beralih ke lawan jenis lainnya. Akan menyukai sosok lawan jenis yang suka jalan-jalan atau berpergian.
Itulah poin ciri narsistik jika itu terdapat pada pasangan sobat suara serang. [*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan