Serang.suara.com - Menko Polhukam Mahfud MD dengan tegas mengatakan tidak ada kata damai dalam kasus tindak pidana yang dilakukan Mario Dandy Satriyo (20), anak dari bekas anak buah Sri Mulyani. Yang telah melakukan penganiayaan kepada salah satu pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor berinsial D (17 tahun).
Menurut Mahfud MD bahwa dalam kasus tindak pidana tersebut jangan menjadi ajang pemanfaatan hukum pidana.
"Penganiayaan yang dilakukan oleh anak pejabat ini harus diproses hukum," kata Mahfud lansiran Suara Serang dari laman akun Twitter milik @mohmahfudmd, Jumat (24/2/2023) pagi.
Ia menilai bahwa dalam perkara itu memang ringan, karena mengandung prinsip keadilan restoratif.
"Tidak ada perdamaian atau pemanfaatan dalam hukum pidana. Untuk perkara ringan memang ada restorative justice," jelas Mahfud.
Sekadar mengetahui bahwa restorative justice merupakan alternatif penyelesaian perkara tindak pidana, yang dalam mekanisme.
Ini yang membuat Mahfud MD mewanti-wanti bagi segelintir oknum yang berupaya melakukan pemanfaatan untuk menyelesaikan kasus hukum pidana tersebut.
"Secara hukum administrasi pejabat yang punya anak dalam tanggungan hedonis dan berfoya-foya harus
diperiksa," cuit Mahfud.
Melansir dari situs serang.suara.com, anak dari Rafael Alun Trisambodo bernama Mario Dandy Satriyo diduga melakukan penganiayaan di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan (20/2/2023).
Baca Juga: Agnes si Bocil Pacar Mario Dicari Warganet, Namanya Trending Topic di Twitter Penuh Caci Maki
Korban merupakan salah satu pengurus Gerakan Pemuda Ansor, D. Atas peristiwa itu korban kritis hingga dilarikan ke rumah sakit. Kasus ini sedang dalam proses penanganan Polres Metro Jakarta Selatan.
Kapolres Metro Jaksel Kombes Ade Ary Syam mengatakan, adapun motif penganiayaan adalah amarah.
Salah satu pemicu ketika pacar Mario bernama Agnes memberitahu pelaku. Jika Agnes mengalami hal yang tidak baik dari korban D.
Atas informasi itu sambung Kombes Ade Ary Syam, pelaku mengajak korban ke suatu gang dengan mengendarai mobil Rubicon-nya.
"Mario Dkk menganiaya D atau korban dengan memukul, menendang," cakap Kombes Ade Ary Syam, orang nomor satu di Polres Metro Jakarta Selatan.
Pasca penganiayaan tersebut, anak dari pejabat pajak di Kementerian Keuangan itu sudah jadi tersangka.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Ramalan Zodiak Cinta 26 Maret 2026: Momen Tepat Virgo Temukan Jodoh
-
Emas Antam Stagnan, Harganya Dibanderol Rp 2,85 Juta/Gram
-
Arus Balik Lebaran 2026 Meledak, InJourney Airports Tambah Ratusan Penerbangan Ekstra
-
Tips Libur Lebaran 2026 Makin Seru: Andalkan Redmi Note 15 Series, Anti Gagal Bikin Konten!
-
AS Sodorkan 15 Poin Negosiasi Damai ke Iran, Pengamat: Donald Trump Tertekan
-
Geopolitik Memanas, BBM RI Tetap Aman Selama Mudik Lebaran 2026
-
Duh! Turis Cina Diduga Diperkosa dan Dicuri Ponselnya Usai Pulang dari Tempat Hiburan di Bali
-
Maia Estianty Open House Saat Lebaran, Sajian Ini Curi Perhatian!
-
Momen Lebaran, Harga Emas UBS dan Galeri24 Hari Ini Naik di Pegadaian
-
Vivo Y21 5G dan Y11 5G Resmi Meluncur, Baterai 6500mAh Tahan 5 Tahun dan Layar 120Hz Jadi Andalan