/
Sabtu, 25 Februari 2023 | 08:30 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (Suara.com/Bagaskara)

Serang.Suara.com - Baru-baru ini AHY atau Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum DPP Partai Demokrat mengatakan, bahwa Partai Demokrat tidak perlu lagi deklarasi Anies Baswedan seperti rencana Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

AHY berharap saat ini adalah mewujudkan Koalisi Perubahan."Lho kan sudah, sudah kami sampaikan bahwa sikap partai demokrat sudah sangat jelas (mengusung Anies sebagai bacapres-red)," kata AHY, Jumat (24/2/2023) malam.

Pada kesempatannya di acara Haul ke-12 KH Zainuddin MZ di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu, Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan, pernyataan sikap dukung Anies Baswedan oleh Demokrat sudah sampai di telinga Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

Sikap itu ketika pertemuan di antara Partai NasDem dan Demokrat di kantor DPP Demokrat, Rabu tempo hari. AHY mengutarakan kalau mereka sudah punya sikap.

"Kemarin di DPP Demokrat, kami juga mengutarakan apa yang menjadi sikap kami saat bertemu Partai NasDem," katanya.

Agus Harimurti Yudhoyono berkata di depan Surya Paloh tentang rencana Koalisi Perubahan agar deklarasi hadapi Pilpres 2024.

"Sekarang ini bagaimana koalisi perubahan dapat terealisasi. Tentunya berharap bisa mengusung mas Anies Baswedan membawa perubahan," kata AHY saat Haul ke-12 KH Zainuddin MZ.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ganjar Pranowo (sumber: Suara.com/Bagaskara Isdiansyah)

PDI Perjuangan Tutup Pintu Buat Koalisi Perubahan

Sementara itu PDI Perjuangan menutup pintu bagi Demokrat, NasDem termasuk PKS yang masih getol dukung Anies Baswedan.

PDI Perjuangan kata Sekretaris Jenderal PDI P Hasto Kristiyanto mengemukakan tidak akan berkolaborasi dengan tiga partai yang merupakan antitesis Presiden Jokowi.

Baca Juga: Universitas Prasetiya Mulya Banjir Pujian Usai DO Mario Dandy, Penganiaya Cristalino David Ozora Kader GP Ansor

Hasto Kristiyanto yakin bahwa partai besutan Megawati Soekarnoputri bisa menang dengan partai lain tanpa partai koalisi perubahan.

PDI Perjuangan kata Hasto sudah punya pola dalam menghadapi Pilpres 2024. "Yang jelas kami berbeda dengan NasDem, Demokrat dan PKS. Kami punya cara soal capres dan cawapres," katanya.

"Kami selain menggelar dialog siapa capres dan cawapres, juga akan melihat pendapat publik terkait hasil dialog dan juga sosok yang akan jadi capres dan cawapres," ungkap Hasto lagi.

Alasan utama PDIP ogah berkoalisi karena tiga partai dalam Koalisi Perubahan itu antitesa dari Presiden Jokowi.

"Karena kita lihat dari Jakarta tidak ada kesinambungan ini Mas Jarot saksinya, mana ada kesinambungan. Dari Gubernur ya saja udah antitesa banyak kebijakan Pak Jokowi yang tidak dilanjutkan apalagi nanti kebijakan-kebijakan untuk yang lebih besar karena politik ini dimulai dari hal yang lebih kecil," pungkasnya. [*]

Load More