Serang.Suara.com - Baru-baru ini AHY atau Agus Harimurti Yudhoyono selaku Ketua Umum DPP Partai Demokrat mengatakan, bahwa Partai Demokrat tidak perlu lagi deklarasi Anies Baswedan seperti rencana Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
AHY berharap saat ini adalah mewujudkan Koalisi Perubahan."Lho kan sudah, sudah kami sampaikan bahwa sikap partai demokrat sudah sangat jelas (mengusung Anies sebagai bacapres-red)," kata AHY, Jumat (24/2/2023) malam.
Pada kesempatannya di acara Haul ke-12 KH Zainuddin MZ di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu, Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan, pernyataan sikap dukung Anies Baswedan oleh Demokrat sudah sampai di telinga Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Sikap itu ketika pertemuan di antara Partai NasDem dan Demokrat di kantor DPP Demokrat, Rabu tempo hari. AHY mengutarakan kalau mereka sudah punya sikap.
"Kemarin di DPP Demokrat, kami juga mengutarakan apa yang menjadi sikap kami saat bertemu Partai NasDem," katanya.
Agus Harimurti Yudhoyono berkata di depan Surya Paloh tentang rencana Koalisi Perubahan agar deklarasi hadapi Pilpres 2024.
"Sekarang ini bagaimana koalisi perubahan dapat terealisasi. Tentunya berharap bisa mengusung mas Anies Baswedan membawa perubahan," kata AHY saat Haul ke-12 KH Zainuddin MZ.
PDI Perjuangan Tutup Pintu Buat Koalisi Perubahan
Sementara itu PDI Perjuangan menutup pintu bagi Demokrat, NasDem termasuk PKS yang masih getol dukung Anies Baswedan.
PDI Perjuangan kata Sekretaris Jenderal PDI P Hasto Kristiyanto mengemukakan tidak akan berkolaborasi dengan tiga partai yang merupakan antitesis Presiden Jokowi.
Hasto Kristiyanto yakin bahwa partai besutan Megawati Soekarnoputri bisa menang dengan partai lain tanpa partai koalisi perubahan.
PDI Perjuangan kata Hasto sudah punya pola dalam menghadapi Pilpres 2024. "Yang jelas kami berbeda dengan NasDem, Demokrat dan PKS. Kami punya cara soal capres dan cawapres," katanya.
"Kami selain menggelar dialog siapa capres dan cawapres, juga akan melihat pendapat publik terkait hasil dialog dan juga sosok yang akan jadi capres dan cawapres," ungkap Hasto lagi.
Alasan utama PDIP ogah berkoalisi karena tiga partai dalam Koalisi Perubahan itu antitesa dari Presiden Jokowi.
"Karena kita lihat dari Jakarta tidak ada kesinambungan ini Mas Jarot saksinya, mana ada kesinambungan. Dari Gubernur ya saja udah antitesa banyak kebijakan Pak Jokowi yang tidak dilanjutkan apalagi nanti kebijakan-kebijakan untuk yang lebih besar karena politik ini dimulai dari hal yang lebih kecil," pungkasnya. [*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mengenal Kecanggihan Honda NX500 Motor Crossover Terbaru Pengganti CB500X
-
Qatar Ungkap Kemajuan Negosiasi AS-Iran, Harga Minyak Dunia Anjlok 4 Persen
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri