Media sosial Twitter ramai memperlihatkan potongan video sepasang remaja yang sedang mengganti pelat mobil kendaraan di tepi jalan secara terang-terangan. Berdasarkan keterangan video disebutkan bahwa muda-mudi itu diduga pelaku penganiayaan terhadap Cristalino David Ozora, yakni Mario Dandy Satriyo dan Agnes Gracia.
Dugaan tersebut muncul lantaran mobil yang dikendarai mereka merupakan Rubicon bewarna hitam sama seperti milik Mario Dandy ketika melakukan penganiayaan.
Dalam potongan video yang diunggah ulang akun @nextjack1995 pada Selasa (11/4/2023) terlihat seorang gadis yang diduga sebagai Agnes Gracia menerima pelat nomor warna hitam dari seorang pria yang diduga sebagai Mario Dandy.
Tanpa rasa ragu perempuan tersebut mengganti pelat nomor bagian depan yang semula bewarna putih menjadi hitam. Hal serupa pun dilakukan oleh si pria yang mengganti pelat nomor mobil bagian belakang.
"Lagi iseng buka galeri. Baru ngeh ternyata video yang gue rekam bulan Februari yang lalu itu Agnes sama Mario," bunyi keterangan di dalam video.
Perekam video juga menjelaskan bahwa pelaku pengganti pelat nomor tersebut masih mengenakan seragam sekolah ketika menjalankan aksinya.
"Tadinya mau rekam iseng aja, karena ini anak masih pake seragam pramuka tapi udah bawa Rubicon, terus platnya gonta-ganti seenaknya," bunyi keterangan lainnya.
Untuk membuktikan bahwa pelaku pengganti nomor tersebut adalah Mario Dandy dan Agnes, perekam menyisipkan foto Rubicon milik puter tersangka KPK Rafael Alun Trisambodo tersebut.
"Semua demu bisa nyetir Rubicon dan gonta-ganti pelat tanpa bayar pajak," sindir pengunggah video.
Cuitan tersebut tentu langsung dibanjiri sindiran lain dari warganet.
"Umur 20 tahun tapi udah tau cara-cara licik begini, itulah kalau anak dikasih makan pake uang hasil haram, masih muda udah punya kecenderungan berperilaku kriminal, miris," komentar @pujad***.
"Gila umur 20 otak kriminalnya uda jalan (emoji tertawa) gitulah kalo dikasih makan duit haram," imbuh @dadifir***.
"Lumayan ini, jaksa bisa tambahin pasal pidana lain," ujar @dnalrimy*** sambil memperlihatkan hasil tangkap layar tentang sanksi plat nomor palsu.
Berita Terkait
-
Viral AG Jadi Korban Slut Shaming Warganet, Apa Itu dan Efeknya Bahaya Nggak Buat Anak?
-
Agnes Gracia Jadi Korban Slut-shaming di Medsos, Warganet Ikut Prihatin
-
Apa Itu Hiperseks Gejala PTSD yang Dikaitkan dengan AG? Ini tanda-tandanya
-
[GAWAT] Pacaran Satu Bulan Mario Dandy Sudah "Nikmati" Agnes Gracia 5 Kali Usai Putusin David
-
Agnes Gracia Menyesal! 5 Kali Berhubungan Seks Bareng Mario Dandy Satrio Penganiaya David Ozora
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026