Serang.suara.com - Wulan Guritno punya alasan dan permintaan tertentu sebelum melakukan adegan ranjang alias adegan seks, ketika ia bermain dengan pria di film.
Alasan Wulan Guritno tidak mau adegan seks, bukan soal kesenangan memanjakan mata para penonton maupun penggemar, melainkan ada sesuatu hal yang memang itu menjadi tugas dan tanggung jawab para pemain film.
Kabar enggan main adegan panas terungkap lewat wawancara, salah satu adegan seks tersebut dalam cuplikan film 'Bukannya Aku Tidak Mau Nikah' dan 'Jakarta vs Everybody'. Kata Wulan, kalau ia punya syarat dan permintaan saat adegan tertentu.
Dalam permintaannya, Wulan Guritno meminta agar ada kejelasan dan persetujuan, hal ini tentunya membuat banyak orang penasaran dengan alasan di balik permintaan khusus tersebut.
Walau beberapa orang mungkin menganggap bahwa permintaan Wulan Guritno tersebut terlalu berlebihan dan mengganggu jalannya produksi film.
Namun, ada juga yang menganggap bahwa permintaan tersebut sebenarnya sangat wajar dan harus dihargai sebagai bentuk kesadaran akan pentingnya hubungan dengan keluarga dan pasangan.
"Kalau aku nyamannya harus wangi. Jadi sebelum 'melakukan', kita mandi. Kalau aktor-aktor di luar (negeri) itu ada SOP (Standar Operasional Prosedur) nya," kata Epicentrum, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Selain itu sambung pacar Sabda Ahessa itu, "Lawan main nyamannya seperti apa harus dijalani karena untuk kepentingan scene," kata Wulan Guritno dilihat dari kanal Youtube News Populer, Selasa (16/5/2023).
Namun, tentu saja permintaan khusus seperti ini harus disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada di dalam setiap produksi film.
Baca Juga: 5 Fakta Artis Dian Sastro Belajar dan Pindah Agama Islam
Wanita yang sudah dua kali bercerai itu mengungkapkan, punya pola agar aktingnya tidak terganggu, sehingga bisa fokus saat syuting dan main lawan peran di film.
"Oh iya ada. Kan ada momen kita lagi mudah, kadang ada kesulitan. Nah, kadang kalau lagi (berperan) kesulitan aku ada trik sendiri," katanya.
Secara keseluruhan, permintaan khusus yang dilakukan oleh Wulan Guritno sebelum melakukan adegan tertentu di film sebenarnya merupakan bentuk tanggung jawab sosial yang harus dihargai oleh semua pihak.
Namun, hal ini juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di dalam setiap produksi film agar tidak mengganggu jalannya produksi dan tetap menjaga kualitas dari hasil akhir film yang akan diproduksi. [*]
Kontributor: Kariadil Harefa
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Punya Fitur Torque Splitter ala Mobil Balap, Sehebat Apa Handling Audi S3 Verve Edition?
-
Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai
-
Pekanbaru Resmi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla hingga 30 November 2026
-
Mitsubishi Destinator Bawa Standar Baru SUV Tujuh Penumpang dengan Kabin Praktis
-
Lebih dari 8 Ribu Penumpang Padati Terminal Arjosari Malang Saat Idul Adha
-
Tak Peduli Lokasi Munas, HIPMI Jaya: Di Mana Pun Oke, Yang Penting Jangan Pecah!
-
Ulasan Novel Periculo: Citra Sempurna, Pengkhianatan, dan Misteri Kematian
-
Sinopsis Suka Duka Tawa: Menertawakan Luka Lewat Stand Up Comedy, Lagi Puncaki Netflix
-
Aksi Kamisan di Istana: Menagih Janji Negara yang Hobi Lupa pada Korban Penghilangan Paksa
-
Terbakar Cemburu, Pria di Empat Lawang Habisi Korban dengan Parang dan Tombak