Serang Suara - Politik jelang Pilpres untuk Pemilu 2024 semakin berwarna, PDI Perjuangan dan Koalisi Perubahan dulunya dianggap penentu pemilihan presiden kini sedang bermesraan.
Kini partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) menuai tanya di tengah publik. Lantaran, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dikabarkan menyusul AHY atau Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bertemu Puan Maharani Ketua DPP PDI Perjuangan.
Adapun PKS seperti dikatakan Ketua DPP PKS Al Muzzammil Yusuf kepada jurnalis, Senin (12/6/2023) mengaku kalau koalisi perubahan untuk persatuan masih komit memenangkan Anies Baswedan sebagai capres di Pemilu 2024.
Bahkan sudah bersepakat menentukan nama calon wakil presiden yang sedang berada di tangan Anies, mantan Gubernur DKI Jakarta.
"Sejauh ini mitra koalisi kami Partai Nasdem dan Demokrat juga tetap komit untuk hal tersebut," kata Muzzammil.
Sementara informasi terbaru dari gedung Nasdem Tower di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Bahwa tidak lama lagi Surya Paloh bakal bertemu dengan Puan Maharani.
Info ini pun diaminkan Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto. Tanda-tanda pertemuan itu akan segera muncul ke permukaan setelah sebelumnya Surya Paloh Ketua Umum Partai NasDem bertemu dengan pimpinan partai PDI Perjuangan medio Agustus 2022 silam.
Pertemuan antara Puan Maharani dan Surya Paloh tidak sengaja, saat itu terbalut safari politik ke sejumlah partai politik. Sugeng pun tidak tanggung tanggung memberi kode.
Hanya saja Sugeng belum berani menyampaikan secara terperinci soal pertemuan antara Surya Paloh dan Puan Maharani.
Baca Juga: Koalisi Perubahan untuk Persatuan Terancam Bubar? PKS Langsung Nyatakan Sikap
"Saya kira memang belum ya. Tetapi bahwa ke arah sana sinyalnya sudah ada," ujar Sugeng di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (12/6/2023).
"Ada, ada, ada. Dan itu harus kita dorong ke sana," ujarnya sembari yakin ada sinyal mengarah ke dialog politik.
Hapuskan Pemikiran Zero Sum Game
Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto menyampaikan lagi bahwa berpolitik di Indonesia mesti menghilangkan istilah zero sum game.
"Nggak boleh kita dalam politik zero sum game. Kalai saya tidak mendapatkan maka saya akan sapu, jangan, bukan. Bangsa ini besar, harus kita dialogkan bersama terus menerus secara intens.
"Apalagi mohon maaf, sistem sosial politik kita ini kan kadang masih patarnalism, kalau di atasnya retak, bawahnya itu pecah belah. Kita harus hindari itu. Sekali lagi, di atasmya retak, elite-elitenya retak itu, di bawahnya pecah belah, itu yang tidak boleh," pungkas Sugeng.
Seperti diberitakan Serang Suara, pengurus PDI Perjuangan menjadwalkan akan melangsungkan pertemuan dengan pengurus Partai Demokrat.
Berita Terkait
-
[GAWAT] Skandal TPPO Melibatkan Oknum TNI-Polri dan Pejabat Kementerian Terbongkar, BP2MI Bertindak Tegas
-
Dua Pimpinan Partai Koalisi Perubahan Bakal Bertemu Puan: Setelah AHY, Kini Ada Sinyal Surya Paloh Juga
-
7 Materi Ujian Soal Tes Intelegensi Umum (TIU) TKD dan Core Values Akhlak BUMN 2023, Lengkap Jawaban dan Pembahasan
-
Berikut 7 Contoh Soal Ujian Tes Kemampuan Diferensial TKD dan Core Values Akhlak BUMN dalam RBB BUMN 2023
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar
-
Penantian Panjang, Kapan Terakhir Kali AC Milan Datang ke Indonesia?
-
Persija Belum Kibarkan Bendera Putih! Rayhan Hannan: Fokus Sapu Bersih, Gelar Masih Mungkin
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Nekat Beraksi di Parkiran Klinik, Pelarian Spesialis Curanmor di Sungkai Utara Berakhir
-
DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Sekolah Gratis Tapi Tak Setara: Hidden Cost yang Menyaring Status Siswa
-
5 Zodiak yang Sering Disebut 'Red Flag Berjalan', dari yang Manipulatif hingga Egois