Serang Suara - Belum lama ini masyarakat di Padang, Sumatera Barat dikejutkan dengan pelajar kena "Palak" oleh Pemda Sumbar jika anak sekolah memakai lapangan voli di Stadion GOR H. Agus Salim Kota Padang.
Informasi itu pelajar Padang hendak ingin memakai lapangan voli buat latihan di kawasan Stadion GOR H. Agus Salim harus memberi uang sewa atau membayar Rp 7.500.000.-. Pemakaian berbayar tersebut menurut sebagian warga baru kali pertama terjadi, sebelumnya tidak pernah.
Alasan pemakaian lapangan voli untuk latihan bagi pelajar harus merogoh saku Rp 7,5 juta per bulan. Spontan lapangan voli berbayar 7,5 juta jadi sorotan di Padang.
Maidestal Hari Mahesa sangat menyesalkan perihal adanya pemakaian lapangan voli bagi pelajar atau anak sekolah dengan sistem berbayar.
Menurutnya, sistem ini sungguh sangat parah. Sementara beban masyarakat saat ini masih tinggi, belum lagi beban mereka harus merevolusi ekonomi mereka pasca pandemi Covid-19.
Sarana olahraga berbayar dan itu dibebankan kepada pelajar, bukan mencerminkan pemerintah atau kepala daerah dianggap berhasil memimpin.
"Kepala atau wakil kepala daerah itu berhasil memimpin bila beban kepada masyarakat berkurang, dan sarana prasarana umum atau fasilitas layanan bertambah dan kian dinikmati atau terpenuhi untuk masyarakat," kata Maidestal Hari Mahesa.
Selain itu masih sekait lapangan voli berbayar Rp 7,5 juta di Padang, "Eh, ini kok malah makin dibebani "di Palak" i dengan dasar dasar Perda/ Pergub?".
Jika semua sarana olahraga di kawasan GOR H. Agus Salim semua berbayar, "Malu kita," ungkap Maidestal Hari Mahesa, salah satu tokoh masyarakat di Kota Padang.
Semestinya kata Esa, pemerintah daerah memberi anak-anak itu fasilitas atau ruang yang cukup berkegiatan, apalagi olahraga voli merupakan salah satu kegiatan positif untuk para pelajar.
"Jika kita tunjang fasilitas terhadap anak sekolah sudah barang tentu akan menghasilkan atlet yang berpotensi bagi daerah dalam bidang olahraga, bukan malah diberikan 'beban'," cakapnya.
Gubernur dan Wagub Tidak Pandai Cari PAD
Aturan terkait lapangan voli GOR H Agus Salim berbayar bagi pelajar yang mau latihan menurut Dispora Sumatera Barat telah termaktub dalam Peraturan Gubernur (Pergub). Hanya saja belum dijelaskan Pergub mana yang mengatur tindakan tersebut.
Seperti dikemukakan Kadispora Sumbar Maifrizon bahwa memang regulasi tentang penggunaan sarana olahraga di Stadion GOR H. Agus Salim Kota Padang memang ada pungutan biaya.
Hanya saja ia tidak ingat berapa angka atau bayaran pemakaian sarana olahraga bagi pelajar di Padang.
"Ya, kami memunggut sesuai Pergub, dan saya coba cek kembali soal beban pemakaian bagi pelajar," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
AS Tiba-tiba Serang Iran, IRGC Balas Hantam Pangkalan Udara di Kuwait!
-
Tragedi TV Tabung di Atas Kepala Siswi SD, Akhir Tragis JN di Tangan Pemuda Haus Darah
-
Marak Teror Pocong Viral di Media Sosial, Polresta Solo Imbau Warga Tetap Waspada
-
Harga Terlalu Murah Jadi Senjata Makan Tuan Bisnis Mobil Listrik Xiaomi
-
Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting
-
Sunan Kalijaga Mundur sebagai Kuasa Hukum Erin Taulany
-
Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?
-
Sinopsis High and Low The Movie, Aksi Brutal Lima Geng Legendaris S.W.O.R.D Melawan Musuh Besar
-
Satu Keluarga Rugi Rp700 Juta, Jemaah Hanania Travel Geruduk Polda Metro Jaya
-
Motif di Balik Riset Fiktif Peneliti WNI di Denmark