/
Minggu, 09 Juli 2023 | 13:59 WIB
Tim bola voli putri Polres Agam di lapangan voli Stadion GOR H. Agus Salim Kota Padang. (Dokumen/Putra Tanhar)

Serang Suara - Belum lama ini masyarakat di Padang, Sumatera Barat dikejutkan dengan pelajar kena "Palak" oleh Pemda Sumbar jika anak sekolah memakai lapangan voli di Stadion GOR H. Agus Salim Kota Padang.

Informasi itu pelajar Padang hendak ingin memakai lapangan voli buat latihan di kawasan Stadion GOR H. Agus Salim harus memberi uang sewa atau membayar Rp 7.500.000.-. Pemakaian berbayar tersebut menurut sebagian warga baru kali pertama terjadi, sebelumnya tidak pernah.

Alasan pemakaian lapangan voli untuk latihan bagi pelajar harus merogoh saku Rp 7,5 juta per bulan. Spontan lapangan voli berbayar 7,5 juta jadi sorotan di Padang.

Maidestal Hari Mahesa sangat menyesalkan perihal adanya pemakaian lapangan voli bagi pelajar atau anak sekolah dengan sistem berbayar.

Menurutnya, sistem ini sungguh sangat parah. Sementara beban masyarakat saat ini masih tinggi, belum lagi beban mereka harus merevolusi ekonomi mereka pasca pandemi Covid-19.

Sarana olahraga berbayar dan itu dibebankan kepada pelajar, bukan mencerminkan pemerintah atau kepala daerah dianggap berhasil memimpin.

"Kepala atau wakil kepala daerah itu berhasil memimpin bila beban kepada masyarakat berkurang, dan sarana prasarana umum atau fasilitas layanan bertambah dan kian dinikmati atau terpenuhi untuk masyarakat," kata Maidestal Hari Mahesa.

Selain itu masih sekait lapangan voli berbayar Rp 7,5 juta di Padang, "Eh, ini kok malah makin dibebani "di Palak" i dengan  dasar dasar Perda/ Pergub?".

Jika semua sarana olahraga di kawasan GOR H. Agus Salim semua berbayar, "Malu kita," ungkap Maidestal Hari Mahesa, salah satu tokoh masyarakat di Kota Padang.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Komitmen ke Lingkungan dan Sosial Ekonomi Masyarakat

Semestinya kata Esa, pemerintah daerah memberi anak-anak itu fasilitas atau ruang yang cukup berkegiatan, apalagi olahraga voli merupakan salah satu kegiatan positif untuk para pelajar.

"Jika kita tunjang fasilitas terhadap anak sekolah sudah barang tentu akan menghasilkan atlet yang berpotensi bagi daerah dalam bidang olahraga, bukan malah diberikan 'beban'," cakapnya.

Gubernur dan Wagub Tidak Pandai Cari PAD

Maidestal Hari Mahesa tokoh pemuda di Padang, Sumatera Barat (sumber: Dokumen Pribadi.)

Aturan terkait lapangan voli GOR H Agus Salim berbayar bagi pelajar yang mau latihan menurut Dispora Sumatera Barat telah termaktub dalam Peraturan Gubernur (Pergub). Hanya saja belum dijelaskan Pergub mana yang mengatur tindakan tersebut.

Seperti dikemukakan Kadispora Sumbar Maifrizon bahwa memang regulasi tentang penggunaan sarana olahraga di Stadion GOR H. Agus Salim Kota Padang memang ada pungutan biaya.

Hanya saja ia tidak ingat berapa angka atau bayaran pemakaian sarana olahraga bagi pelajar di Padang.

"Ya, kami  memunggut sesuai Pergub, dan saya coba cek kembali soal beban pemakaian bagi pelajar," katanya.

Adapun Maidestal langsung memberi kritik, dan menilai ini sama halnya pemalakan. Bukan saja lapangan voli tapi kabarnya juga ada lapangan basket juga kena pungut biaya.

Ini seakan-akan gubernur maupun wakil gubernur tidak lihai dalam  mencari dan atau meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Parah ini gubernur atau wagub, seperti nga bica cari PAD dari sumber lain saja, malah ini anak sekolah dipunguti. Beda lho jika swasta," ucapnya.

Kendati demikian jajaran OPD Dispora Sumatera Barat berencana akan membahas sarana berbayar bagi pelajar itu dengan anggota DPRD Sumbar. [*]

Kontributor: 
Putra Tanhar

Load More