Suara Serang - Pasca unjuk rasa masyarakat Air Bangis, Pasaman Barat di Kota Padang, Gubernur Sumbar Mahyeldi akan mengkaji tuntutan demonstran.
Hal ini dikatakan Gubernur Mahyeldi ketika memimpin rapim (rapat pimpinan) bersama Forkopimda Provinsi Sumatera Barat maupun Pasaman Barat, di kantor Bupati Pasaman Barat, Selasa (8/8/2023) kemarin.
Walau bakal kaji tuntutan masyarakat, Mahyeldi lebih mengutamakan keamanan dan masyarakat dapat menjalani penghidupan secara kondusif.
Mahyeldi menekankan, bahwa adanya informasi adanya ancaman bagi masyarakat Jorong Pigogah Patibubur yang berdemonstasi di Padang jika pulang ke Pasaman Barat. Kepala daerah provinsi itu telah bekerja sama dengan semua unsur Forkopimda untuk mengusut siapa dalang yang menyebar ancaman tersebut.
"Kami sudah punya datanya dan sedang didalami. Jika memang ada unsur pidana akan masuk ranah hukum," ucap Mahyeldi menyakinkan.
Selain kaji tuntutan, ia juga memastikan apa yang jadi hak masyarakat tidak terusik, dan aturan-aturan hukum tetap ditegakan dan dipatuhi.
"Ya macam adanya ancaman kepada warga kita yang kembali, akan kami proses secara hukum," terangnya.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono menyampaikan, kepolisian bersama unsur termasuk pemerintah provinsi sedang mendalami data para unjuk rasa. Bahkan sudah mengantongi data tentang siapa pengerak dari pengunjuk rasa.
Apalagi kata Suharyono, dari total para pengunjuk rasa yang mencapai lebih kurang 850 jiwa itu, jelas tidak mewakili suara dominan masyarakat setempat.
Baca Juga: Kurangi Impor BBM, Dorong PSN Air Bangis Berjalan Lancar Tanpa Mengorbankan Kesejahteraan Warga
"Walau begitu kami tidak gegabah mengambil tindakan, tidak terburu-buru menyikapi," kata Suharyono.
Polda Sumbar Kawal Pemprov Sosialisasi PSN
Irjen Pol Suharyono menerangkan, pihaknya akan tetap melakukan penegakan hukum, termasuk melakukan sosialisasi Proyek Strategis Nasional ini.
"Kami mendampingi pemprov untuk sosialisasi PSN, sehingga duduk perkara status hukum di kawasan rencana PSN Air Bangis secara terus menerus," terangnya.
Sekait dengan pemulangan warga yang sudah berhari-hari di Padang, Suharyono mengakui tidak mudah. Semua dilaksanakan secara persuasif,
"Kami bantu proses pemulangan dan dilakukan secara baik-baik dan mengantar mereka sampai ke rumah mereka dikawal Polres Pasaman Barat," terangnya.
Mantan Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) dan peraih Adhi Makayasa itu berharap, masyarakat kembali dapat beraktivitas dengan semestinya, dengan rasa aman, nyaman.
Ia juga menekankan agar tidak ada pihak-pihak yang berusaha mengintervensi masyarakat. [*]
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan