Serang.Suara.com - Menggandeng Balai Media Center Tangerang Raya, Ikatan Keluarga Besar Alumni (Ikbal) Al Ghozali menggelar pelatihan jurnalistik. Pelatihan yang digelar di kedai kopi Mbah Jangkung ini mengusung tema Jurnalis Digital.
Pelatihan yang digelar Sabtu 19 Agustus 2023 malam ini diikuti peserta yang merupakan alumni dari Pondok Pesantren Modern Al Ghozali yang ada di wilayah, Rawa Kalong, Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor.
Para pemateri yang dihadirkan dalam pelatihan sesi satu ini yakni Jurnalis Medcom.id yakni Hendrik Simorangkir yang sekaligus Ketua Balai Media Center Tangerang Raya, Mujib Latuconsina jurnalis NET TV dan Muhammad Iqbal Jurnalis Tempo.
Pelatihan ini digelar untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada para alumni yang mayoritas mahasiswa ini untuk bisa memanfaatkan kemajuan digital dalam memperoleh dan menyebarkan informasi yang akurat.
"Yang pasti dalam kesempatan pertama ini kami mengedukasi teman - teman untuk menangkal hoax dalam penyampaian informasi digital ditengah pesatnya perkembangan teknologi," kata Hendrik.
Menurut dia peranan masyarakat dalam membangun dan mencerdaskan bangsa sangatlah diperlukan. Untuk itu dirinya berharap dengan pelatihan jurnalis digital ini bisa membuat para peserta paham akan dampak dari pesatnya penggunaan media sosial pada era digital seperti saat ini.
"Kita ketahui bersama media sosial saat ini banyak memberikan informasi, tetapi ingat kita harus paham informasi mana yang bisa kita terima atau tidak. Yang mana yang hoax dan yang mana yang benar," tukasnya.
Sementara itu Iqbal, salah seorang pemateri lainnya berharap dengan adanya pelatihan jurnalis ini bisa membuat para peserta lebih melek hukum dalam menyebarkan informasi.
"Untuk bisa bermain di era digital ini kita harus berhati - hati. Banyak orang yang tersesat hingga terjerat hukum akibat informasi yang tidak tersaring dengan baik," ujarnya.
Baca Juga: Dicoret dari Timnas Indonesia U-17, Althaf Khan Malah Dapat Beasiswa ke Schalke 04
Kata pria yang juga merupakan alumni IKBAL ini pelatihan jurnalis digital juga bisa digunakan untuk dakwah. Apalagi IKBAL merupakan wadah dari para alumni yang kebanyakan memahami ilmu dalam ke islaman.
"Saya kira pelatihan ini juga bisa dijadikan wadah untuk kita menyebarkan ajaran agama islam dalam menggunakan berbagai macam platform media digital. Namun, untuk bisa menghindari hoax dan sara lebih baik kita terlebih dahulu memahami apa itu jurnalis digital," ujarnya.
Untuk bisa berselancar di media sosial, seseorang harus memahami arti dan rambu - rambu yang ada. Hal tersebut untuk menghindari seseorang dari jeratan hukum.
"Kita bisa menggengam dunia hanya dengan sebuah tulisan, telepon genggam dan juga media sosial. Tetapi kita harus paham dan menyadari untuk bisa melakukan itu diperlukan pengetahuan yang cukup," kata Mujib.
Sementara itu Ghifar Ketua Umum IKBAL mengatakan pelatihan yang digelar pihaknya ini akan dilakukan secara berkala. Hal tersebut bertujuan untuk membekali para mahasiswa yang juga anggota IKBAL untuk bisa memberikan daya saing pada era digital saat ini.
"Kami mewadahi teman - teman khususnya mahasiswa yang merupakan alumni dari IKBAL ini untuk bisa memahami konsep jurnalis digital ini. Karena tidak dapat dipungkiri persaingan digital saat ini sangat ketat. Makanya pelatihan ini rencananya kita akan adakan secara berkala," ujarnya
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Wali Kota Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tunda Redistribusi BPJS 49 Ribu Warga
-
Bahlil Lapor ke Prabowo, Pasokan Minyak Rusia untuk RI Masuk Tahap Akhir
-
Uang Rakyat Kembali! Kejati Lampung Sita Rp7,8 Miliar dari Koruptor Tol Terpeka
-
Ribuan Merek Tekstil Global Ramaikan Indo Intertex 2026 di JIExpo Kemayoran
-
Penampakan Duit Rp11 Miliar yang Disita Kejagung dari Kantor Produser Film Agung Winarno
-
BGN Prioritaskan Motor Listrik untuk Wilayah Terpencil
-
Duel Maut Lawan Beruang: Petani Karet di OKU Luka Parah hingga Dilarikan ke RS
-
Bukan Mencuri, Pengacara Ungkap Fakta di Balik Isu Betrand Peto Ambil Parfum dan Uang Sarwendah
-
Kejagung Sita Uang Tunai dan Emas di Kantor Tersangka TPPU Zarof Ricar
-
Luka yang Tidak Selesai: Membaca Trauma Han Seol-ah dalam Sirens Kiss