Suara Serang - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI), Sigit Widodo, mendapati dirinya dalam pusaran kontroversi setelah mengeluarkan pernyataan kontroversial terhadap Budiman Sudjatmiko.
Politikus PSI Sigit seakan membela Budiman atas dukungan terhadap Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilihan Umum 2024 mendatang.
Dukungan mantan aktivis '98 tersebut terhadap Prabowo Subianto telah mencuat ke permukaan, dengan Budiman mendeklarasikan diri sebagai relawan untuk Prabowo, bahkan menggunakan nama "Prabu".
Sigit Widodo menganggap bahwa dukungan ini sebagai langkah yang tidak sejalan dengan prinsip dan arah partai.
Melalui akun Twitter pribadinya, @sigitwid, Sigit Widodo menyampaikan pandangannya,
"Tanpa harus selalu dengan situasi politik terkini, Bung Budiman Sudjatmiko yang saya kenal dan menjadi salah satu inspirasi saya sejak 27 rahun silam memang selalu mengikuti nuraninya," tulisnya melalui akun Twitter pribadinya @sigitwid.
"Dan selalu bergerak untuk kebaikan bangsa," menambahkan, kutip Serang.suara.com.
Namun, cuitan tersebut justru memicu reaksi keras dari netizen yang tidak sependapat dengan pandangan Sigit.
Banyak dari netizen yang menganggap bahwa pernyataan Sigit adalah bentuk campur tangan dalam hak politik individu.
Beberapa netizen juga menyuarakan bahwa setiap individu memiliki hak untuk menyatakan dukungannya terhadap calon yang diinginkan tanpa harus menghadapi kritik publik yang berlebihan.
Baca Juga: PDI Perjuangan Sanksi Budiman Sudjatmiko, Belum Ada Reaksi Prabowo Subianto
Reaksi keras netizen terhadap cuitan Sigit ini menunjukkan adanya perbedaan pandangan dalam dunia politik, terutama di tengah persiapan menuju Pemilu 2024.
"Nurani? Kalau anda bagian dari keluarga korban 98 pasti nggak buat tulisan seperti ini," tulis salah satu warganet.
Sementara beberapa pihak mendukung hak setiap individu untuk menyatakan pilihan politiknya, yang lain menganggap bahwa tindakan seperti deklarasi relawan Prabowo oleh Budiman Sudjatmiko dapat memiliki dampak sosial dan politik yang lebih luas.
"Ya konsisten dong mas auto mundur dari partainya," tulis akun lain.
Suasana politik yang semakin memanas menjelang Pemilu 2024 justru berdampak terhadap PSI, apalagi dengan komentar Sigit Widodo.
"Lihat saja nanti PSI tambah suara atau malah terjun," tulis akun lainnya. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!