Suara Serang - Bocor dokumen Badan Intelijen AS, yang mengungkapkan adanya kolaborasi antara badan intelijen China dan Rusia dalam upaya mengebom perusahaan-perusahaan ruang angkasa swasta berbasis Amerika Serikat (AS).
Dalam laporan tersebut, China dan Rusia diduga berencana untuk mencuri teknologi penting serta merencanakan serangan dunia maya yang bertujuan untuk merusak kemampuan satelit AS selama situasi konflik atau darurat.
Badan intelijen AS menyatakan bahwa data perusahaan ruang angkasa AS menjadi sasaran utama. Ancaman ini meliputi upaya masuk ke dalam jaringan komputer perusahaan dan infiltrasi asing.
Dokumen peringatan ini dikeluarkan oleh Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional, FBI, serta Angkatan Udara Amerika Serikat.
"Entitas intelijen asing mengakui pentingnya industri luar angkasa komersial bagi ekonomi AS dan keamanan nasional, termasuk meningkatnya ketergantungan infrastruktur penting pada aset berbasis ruang angkasa," pernyataan dari Pusat Kontra Intelijen, kutip NewYorkTimes.
Industri luar angkasa AS, yang banyak dijalankan oleh perusahaan komersial seperti SpaceX dan Blue Origin, dan telah memberikan kontribusi signifikan terhadap inovasi dan teknologi di sektor antariksa.
Namun, para pejabat AS mengkhawatirkan ancaman yang ditimbulkan oleh upaya mata-mata China dan Rusia yang bertujuan untuk menyusup ke dalam perusahaan-perusahaan tersebut.
Ancaman semacam ini bukan hal baru. Pada tahun 2017, Departemen Kehakiman AS telah mendakwa warga negara China, Rusia, dan Iran dalam berbagai kasus pencurian teknologi terkait ruang angkasa.
Pada tahun 2019, seorang warga negara China bahkan dijatuhi hukuman penjara federal karena mencoba memperoleh komponen penting untuk aplikasi luar angkasa secara ilegal.
Baca Juga: Luna-25 Meledak di Bulan dan Misi Putin Gagal Salip India Punya Chandrayann-3
Dalam upaya untuk menghadapi ancaman ini, perusahaan-perusahaan ruang angkasa AS sedang melakukan evaluasi dan memperketat keamanan.
Para pejabat AS memandang bahwa inovasi yang dihasilkan seperti SpaceX telah memberi negara tersebut unggul secara signifikan di bidang luar angkasa, yang kemudian menjadi pemicu kecemburuan dari negara-negara pesaing.
Pihak berwenang AS juga terus memantau situasi ini dan berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan ruang angkasa untuk melindungi keamanan nasional serta melindungi teknologi berharga dari ancaman asing. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jaringan BRILink Agen Makin Luas, Layani Transaksi Keuangan di Ribuan Desa
-
Holding UMi Jadi Jawaban Atas Akses Pembiayaan Terintegrasi bagi Para Pelaku Usaha Mikro
-
BRI Bersama Holding Ultra Mikro Sudah Layani 33,7 Juta Nasabah Hingga Maret 2026
-
Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Ketua Mualaf Center Indonesia Ungkap Dampak Seriusnya
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan, BRILink Agen Jangkau 80 Persen Desa Indonesia
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Per Maret 2026, Holding UMi Telah Menjangkau Lebih dari 33,7 Juta Pelaku Usaha
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Tokoh Yogyakarta Silaturahmi dengan Amir Nasional Muslim Ahmadiyah Indonesia
-
BRILink Agen Capai 1,18 Juta, Perluas Layanan Keuangan hingga Pelosok Desa