/
Rabu, 23 Agustus 2023 | 22:45 WIB
Presiden PKS Ahmad Syaikhu (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah)

Serang.suara.com - Dalam upaya untuk menghilangkan stigma negatif yang melekat pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Presiden partai, Ahmad Syaikhu dengan tegas menegaskan bahwa PKS bukanlah partai garis keras seperti yang sering dianggap oleh publik. 

Syaikhu menyatakan bahwa persepsi masyarakat terhadap PKS telah keliru dan disebutnya sebagai "miss persepsi", katanya saat konferensi pers, Rabu (23/8/2023).

"Kami ingin mengklarifikasi bahwa ini adalah miss persepsi dan kesalahan penilaian. Partai kami memiliki asas Islam yang rahmatan lil alamin, yang bertujuan memberikan manfaat bagi semua masyarakat," ungkapnya.

"Kami terus menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk di Bali, dalam membangun negara ini," ujar Syaikhu.

Pernyataan tersebut juga mendapatkan dukungan dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Bali, Hilmun Nabi, yang secara terbuka menyatakan dukungannya. 

Nabi mengakui bahwa PKS telah lama dicap sebagai partai garis keras, namun menegaskan bahwa pandangan tersebut adalah keliru.

"Hal ini adalah pandangan keliru. PKS sebenarnya adalah partai yang berfokus pada nasionalisme. Bukti nyata dari komitmen kami terhadap nasionalisme adalah pelaksanaan rutin lomba membaca teks proklamasi mirip Bung Karno setiap tahun," tegas Hilmun Nabi, di Badung, Bali, pada Selasa (22/8/2023).

Nabi menambahkan, "Kami tidak dapat membantah adanya stigma negatif, tetapi sebagai partai politik, kami tetap tunduk pada undang-undang dan menghormati norma yang berlaku. Melalui acara-acara seperti lomba membaca teks proklamasi".

"Kami telah secara konkret membuktikan kontribusi kami dalam membangun semangat nasionalisme selama enam tahun terakhir," sambung Hilmun Nabi.

Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Kolaborasi Demokrat dan PKS Rangkul Masa Depan Indonesia

PKS berupaya untuk terus menunjukkan bahwa sebagai partai berbasis Islam, mereka juga memiliki peran dalam memajukan semangat nasionalisme dan kerukunan di Indonesia. [*]

Load More