Serang.suara.com - Dalam upaya untuk menghilangkan stigma negatif yang melekat pada Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Presiden partai, Ahmad Syaikhu dengan tegas menegaskan bahwa PKS bukanlah partai garis keras seperti yang sering dianggap oleh publik.
Syaikhu menyatakan bahwa persepsi masyarakat terhadap PKS telah keliru dan disebutnya sebagai "miss persepsi", katanya saat konferensi pers, Rabu (23/8/2023).
"Kami ingin mengklarifikasi bahwa ini adalah miss persepsi dan kesalahan penilaian. Partai kami memiliki asas Islam yang rahmatan lil alamin, yang bertujuan memberikan manfaat bagi semua masyarakat," ungkapnya.
"Kami terus menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk di Bali, dalam membangun negara ini," ujar Syaikhu.
Pernyataan tersebut juga mendapatkan dukungan dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Provinsi Bali, Hilmun Nabi, yang secara terbuka menyatakan dukungannya.
Nabi mengakui bahwa PKS telah lama dicap sebagai partai garis keras, namun menegaskan bahwa pandangan tersebut adalah keliru.
"Hal ini adalah pandangan keliru. PKS sebenarnya adalah partai yang berfokus pada nasionalisme. Bukti nyata dari komitmen kami terhadap nasionalisme adalah pelaksanaan rutin lomba membaca teks proklamasi mirip Bung Karno setiap tahun," tegas Hilmun Nabi, di Badung, Bali, pada Selasa (22/8/2023).
Nabi menambahkan, "Kami tidak dapat membantah adanya stigma negatif, tetapi sebagai partai politik, kami tetap tunduk pada undang-undang dan menghormati norma yang berlaku. Melalui acara-acara seperti lomba membaca teks proklamasi".
"Kami telah secara konkret membuktikan kontribusi kami dalam membangun semangat nasionalisme selama enam tahun terakhir," sambung Hilmun Nabi.
Baca Juga: Sandiaga Uno Dorong Kolaborasi Demokrat dan PKS Rangkul Masa Depan Indonesia
PKS berupaya untuk terus menunjukkan bahwa sebagai partai berbasis Islam, mereka juga memiliki peran dalam memajukan semangat nasionalisme dan kerukunan di Indonesia. [*]
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Kasus Kekerasan Gender Tembus 376 Ribu, LBH APIK Ungkap Lemahnya Perlindungan Korban
-
Eks Gubernur Sultra Nur Alam Dilaporkan ke KPK Terkait Korupsi Dana Unsultra Rp12 Miliar
-
Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo
-
Makan Enak Tak Harus Mahal, Kini Menu Favorit McDonald's Hadir Mulai Rp 20 Ribuan
-
Berapa Lama Daging Kurban Tahan di Kulkas? Jangan Asal Simpan agar Tidak Cepat Busuk!
-
AS Langgar Gencatan Senjata, Militer Iran Panaskan Mesin Siap untuk Perang Lagi
-
UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air
-
Bosan Desain TWS Itu-itu Aja? Realme Buds T500 Pro Bawa Desain Kotak Permen
-
Lama Mengabdi di Pesantren, Ayah Korban Syok Anaknya Jadi Korban Pencabulan Kiai Ashari Pati
-
Teka-teki Sisa Tiner di Balik Kebakaran Maut Rumah Anggota BPK Haerul Saleh