/
Senin, 28 Agustus 2023 | 09:59 WIB
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Indonesia, Pengawal Presiden dan Wakil Presiden serta keluarga. (YouTube/TangkapanLayar)

Suara Serang - Kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang melibatkan oknum anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) telah menarik perhatian publik akhir-akhir ini.

Dalam perkembangan terbaru, Komandan Paspampres, Mayjen TNI Rafael Granada Baay memberikan keterangan terkait insiden tersebut.

Rafael mengungkapkan bahwa saat ini satu anggota Paspampres sedang menjalani penyelidikan oleh Polisi Militer Kodam Jayakarta (Pomdam Jaya) terkait dugaan keterlibatan anggota tersebut dalam kasus penganiayaan.

"Pomdam Jaya sedang menyelidiki dugaan keterlibatan anggota Paspampres dalam tindak pidana penganiayaan," kata Rafael, kutip laporan Antara, Senin (28/8/2023).

Meskipun Rafael tidak memberikan detail kronologi peristiwa atau jumlah personel TNI, yang terlibat dalam penganiayaan terhadap warga Aceh di Jakarta.

Ia mengonfirmasi bahwa hanya satu anggota Paspampres yang diduga terlibat dalam insiden tersebut dan sedang dalam proses pemeriksaan.

Rafael menyebutkan, "Yang jelas, hanya ada satu anggota Paspampres."

Menurut Rafael, terduga pelaku saat ini telah ditahan di Pomdam Jaya guna dimintai keterangan dan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. 

Ia menegaskan bahwa jika terbukti ada anggota Paspampres yang terlibat dalam tindakan pidana seperti yang dituduhkan, langkah hukum akan diambil sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Baca Juga: Profil Paspampres Indonesia Lengkap Fungsi dan Misi Pasukan Pengamanan Presiden

"Kami mohon dukungan doa dari semua pihak," ucap Rafael.

Sebelumnya, beredar laporan tentang kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anggota Paspampres terhadap seorang pemuda asal Bireuen, Aceh, bernama Imam Masykur.

Sebelum akhirnya tewas akibat penganiayaan tersebut, korban diduga telah diculik dan diancam oleh anggota Paspampres dengan inisial Praka RM.

Peristiwa dugaan penculikan ini terjadi pada tanggal 12 Agustus 2023, dan jasad korban kemudian ditemukan di Sungai Cibogo, Karawang, Jawa Barat pada tanggal 18 Agustus 2023.

Salah satu kerabat korban, Said Sulaiman (32), menggambarkan kondisi jenazah Imam saat diterima keluarga sebagai sangat memprihatinkan.

"Mukanya sudah bengkak, sangat sadis," ujar Said kepada wartawan, kutip laporan Suara.com partner Serang.suara.com, Minggu (27/8/2023).

Load More