Serang.suara.com – Edward Tannur secara resmi dinonaktifkan sebagai anggota Komisi IV DPR RI oleh DPP PKB. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus putranya, Gregorius Ronald Tannur, 31 tahun, yang menganiaya Dini Sera Afriyanti, 28 tahun, di Surabaya hingga tewas.
Menurut Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid, langkah ini diambil partainya supaya Edward berfokus pada penyelesaian kasus sang anak. PKB, ujar Hasanuddin, memberikan sanksi kepada Edward dengan mencabut keanggotaannya dari Komisi IV DPR RI.
"Kami dari DPP PKB memutuskan sejak malam ini untuk menonaktifkan saudara Edward Tannur dari semua tugasnya di komisi. Dalam konteks ini, namanya sanksi. Kami jatuhkan pencabutan dia dari anggota komisinya dan besok PKB ajukan surat pencabutan dari komisinya itu di DPR," kata Hasanuddin, Senin, 9 Oktober 2023.
Hasanuddin menyatakan PKB sangat prihatin atas kasus penganiayaan Dini Sera hingga meninggal dunia. PKB, ucap dia, juga mendukung proses hukum terhadap Ronald.
"Karena kami sangat prihatin terjadi hal semacam itu dan hati kami ada di korban. Ini bentuk sanksi kami sembari kami beri kesempatan atas persoalan yang terjadi, agar dia segera membantu sebisa mungkin persoalan bisa selesai secara hukum," tutur Hasanuddin.
Adapun penganiayaan Dini Sera Afrianti hingga tewas terjadi pada Rabu dinihari, 4 Oktober 2023, setelah korban dan pelaku Ronald berkaraoke di Blackhole KTV, Surabaya. Ronald kini telah berstatus tersangka dan ditahan oleh Polrestabes Surabaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Bupati Cianjur Wahyu Ferdian Bercita-cita Cepat Meninggal
-
Duh! Oknum PNS Kejari Blora Gelapkan Mobil Rental, Digadai Rp17 Juta Buat Foya-foya?
-
Jungkook BTS Ukir Sejarah jadi Penyanyi Korea Pertama Masuk Buku Edukasi AS
-
Hari Buruh Internasional, Serikat Pekerja Pegadaian Makassar Gelar Pekan Olahraga dan Seni
-
Siak dan Kampar Menjadi Tujuan Migrasi Penduduk di Riau
-
Gadis Remaja di Bandar Lampung Jadi Korban Predator Berkedok Lowongan Kerja
-
Tren Sujud Freestyle Berujung Petaka: Alarm Keras Dunia Pendidikan
-
7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
-
Drakor Love Virus Gaet Jo Yu Ri dan Kim Dong Hwi Jadi Pemeran Utama
-
Emas Antam Terus Meroket, Hari Ini Harganya Rp 2,84 Juta/Gram