SuaraSoreang.id - Dikenal dengan wisata alam dan perkebunan teh yang luas, ternyata Pangalengan menyimpan kisah mistis di dalamnya.
Salah satunya sebuah rumah yang dijadikan lokasi shooting dalam film Pengabdi Setan.
Bangunan ini awalnya rumah dinas bagi kepala bagian Perkebunan Kertamanah, PTPN VIII. Kemudian menjadi latar film Pengabdi Setan dan tak ditempati lagi.
Menurut masyarakat sekitar, mereka kerap kali melihat penampakan menir dan anak-anak kecil Belanda.
Melansir kanal YouTube Rio Wijaya, dia menceritakan sejarah Rumah Pengabdi Setan itu.
Rumah itu asalnya dimiliki seorang tuan tanah perkebunan asal Belanda dan keluarganya.
Kemudian mereka meninggal dunia dan menyisakan rumah yang berada di antara pohon-pohon pinus itu.
Desas-desus penampakan menir Belanda dan anak-anak kecil berkebangsaan Belanda itu ramai dibincangkan masyarakat sekitar.
"Saya punya saudara di sana, sebut saja pa Ujang," kata Rio.
Baca Juga: Luis Milla Terus Benahi Persib Jelang Pertandingan Melawan Arema FC Minggu ini
"Suatu malam, ia ingin keluar menuju suatu tempat yang mengharukan dia melewati jalan di depan Rumah Pengabdi Setan tersebut. Saat itu, cuacanya hujan. Sekitar jam setengah 8 malam jalan di sana gelap gulita," lanjutnya.
Pa Ujang, jelas Rio, menggunakan sepeda motor ketika melewati rumah tersebut. 20 meter kemudian, Pa Ujang merasakan sepeda motornya seperti ada yang menaikinya.
Dia merasa motornya jadi lebih berat. Bahkan ketika membelokkan stang motor, Pa Ujang merasa ada yang menahan.
Pa Ujang merasa ada dagu yang bersandar pada tengkuk lehernya. Dadanya pun terasa sedang disandari anak kecil.
"Pa Ujang memberhentikan motornya, kemudia menoleh ke belakang," kata Rio.
Bulu kuduk Pa Ujang semakin berdiri karena dengan jelas, dia melihat penampakan wajah abstrak.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta
-
7 Sepatu Lari Lokal dengan Desain Paling Berani: Berani Pakai Warna Tabrak Saat Lari?
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF