/
Minggu, 11 September 2022 | 07:02 WIB
Ferdy Sambo dikatakan sempat tergunjang hingga menangis sebelum eksekusi mati Brigadir J (Suara.com)

SuaraSoreang.id - Laporan Putri Candrawathi terkait tuduhan pelecehan seksual oleh Brigadir J terhadap dirinya diberhentikan oleh tim penyidik, lantaran tidak ada bukti kuat yang mendukung tuduhan tersebut.

Namun tuduhan pelecehan seksual oleh Brigadir J tersebut, terus dihembuskan oleh pihak Ferdy Sambo CS.

Bahkan menurut keterangan, disebutkan bahwa Ferdy Sambo sempat mengalami guncangan hingga menangis mendengar pengakuan istrinya  terkait pelecehan tersebut.

Dugaan pelecehan seksual terhadap istrinya tersebut, membuat Ferdy Sambo marah hingga merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Bripka Ricky Rizal alias Bripka RR yang saat itu baru pulang dari Magelang, diminta menghadap Ferdy Sambo untuk mengkonfirmasi dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istrinya, Putri Candrawathi.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Erman Umar selaku pengacara Bripka RR.

“Kan di Saguling itu (Bripka RR) dipanggil. Dipanggil (Ferdy Sambo) dia tanya. ‘Ada kejadian apa, ada kejadian apa di Magelang? Kamu tahu enggak?’” kata Erman mengulang percakapan Ferdy Sambo dan Bripka RR di Saguling pada 8 Juli 2022. 

Namun, kepada Ferdy Sambo, Bripka RR mengaku tidak mengetahui terkait dugaan tersebut.

Ferdy Sambo pun marah dan menegaskan bahwa sang istri telah menerima pelecehan dari Brigadir J.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,1 Guncang Mentawai, Terasa hingga ke Limapuluh Kota

“Ini Ibu dilecehkan, pelecehan terhadap ibu,” ucap Erman menirukan perkataan Ferdy Sambo kepada Bripka RR.

"Dan itu sambil (Ferdy Sambo) nangis dan emosi,” lanjut Erman Umar. 

“Saya enggak tahu Pak,” kata Erman mengulang perkataan Bripka RR.

Dengan penuh kemarahan, lanjut Erman, Ferdy Sambo pun lantas memerintahkan Bripka RR untuk mengeksekusi mati Brigadir J.

Namun, Bripka RR menolak dengan halus perintah tersebut dengan alasan dirinya tidak sanggup melakukannya.

"Kamu (Bripka RR) berani nembak? Nembak Yosua?” kata Erman menirukan perintah Ferdy Sambo pada Bripka RR.
 
“Saya enggak berani Pak, saya enggak kuat mental saya Pak, enggak berani, Pak,” jawab Bripka RR saat itu dikatakan Erman.

Load More