SuaraSoreang.id - Lambannya proses hukum atas kasus pembunuhan Brigadir J yang didalangi oleh Ferdy Sambo, memunculkan banyak kecurigaan dari banyak pihak, salah satunya mantan Panglima TNI Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo.
Gatot bahkan secara blak-blakan menerangkan bahwa tersangka Ferdy Sambo masih berpotensi kembali masuk ke kepolisian.
Hal tersebut diungkapkan Gatot ketika dirinya hadir di salah satu diskusi publik KAMI sebagaimana dikutip dari Suara.com.
Gatot sebelumnya juga menyebut bahwa kasus pembunuhan berencana ini merupakan momen pertempuran dua kubu di kepolisian.
"Ini ada pertempuran, di intern polisi, antara polisi yang bajingan, pengkhianat, pembunuh, dengan polisi yang bermoral, profesional, dan menegakkan jati dirinya sebagai pelindung rakyat," ungkap Gatot, dikutip dari kanal Youtube Refly Harun, Sabtu (17/9/2022).
Terkait potensi Ferdy Sambo kembali masuk ke kepolisian, Gatot menjelaskan, bahwa hal tersebut diatur dalam peraturan Kapolri.
"Undang-undangnya saya lupa, itu 3 tahun kemudian (setelah sidang etik), Kapolri boleh meninjau ulang, itu bisa. Inilah yang saya imbau kepada Presiden dan Menko Polhukam, untuk meninjau peraturan polisi yang seperti ini," terang Gatot.
Undang-undang yang dimaksud Gatot adalah Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2022 yang menyebutkan bahwa Kapolri berhak untuk meninjau kembali hasil sidang etik terhadap anggotanya.
Berdasarkan aturan tersebut, lanjut Gatot, Ferdy Sambo bisa saja kembali ke kepolisian setelah 3 tahun dirinya diberhentikan secara tidak hormat.
Baca Juga: Hari jadi PMI, Ahmadiyah : Mitra dalam Kemanusiaan
"Secara etika hukum, ini kurang ajar. Karena seorang perwira tinggi diberhentikan oleh presiden. Nah sekarang presiden sudah memberhentikan, 3 tahun lagi hanya dengan keputusan Kapolri bisa diralat lagi. Siapa lo?" sambungnya.
Aturan tersebut, tentu saja bisa menjadi celah bagi Ferdy Sambo yang telah diberhentikan secara tidak hormat untuk kembali ke kepolisian 3 tahun mendatang.
Maka dari itu, Gatot meminta kepada masyarakat agar terus mengawal kasus pembunuhan Brigadir J ini hingga tuntas.
"Mari kita sama-sama saksikan, polisi mana yang menang. Kalau kita nggak kasih support ke polisi yang baik, mereka bisa kalah," pungkasnya.
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Misteri Baru, Brigadir J Transfer Uang Ratusan Juta ke Ferdy Sambo 3 Hari Setelah Meninggal?
-
Bripka RR Akui Putri Memakai Nama Dirinya untuk Buka Rekening Bank
-
Ferdy Sambo Mengaku Dirinya Menyesali Perbuatannya pada Para Ajudan, Sudah Menyerah?
-
Irma Hutabarat Bongkar Daftar Kesaktian Ferdy Sambo dalam Kasus Kematian Brigadir J
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Mitsubishi Destinator Harga Terbaru Februari 2026, Apa Beda Fitur di Tiap Varian?
-
Sentil Upaya Pembungkaman, Hasto: Jangan Takut Suarakan Kebenaran Demi Kemanusiaan
-
Persib Tundukkan MU dengan Skor Meyakinkan, Umuh Muchtar Puas Dendam Lama Terbalas
-
Kapan Tiket Kereta Tambahan Lebaran 2026 Dibuka? Jangan Sampai Ketinggalan Jadwalnya
-
22 Kode Redeem FC Mobile 7 Februari 2026, Prediksi Hadirnya CR7 dan Messi OVR Tinggi
-
4 Simbol Tersembunyi di Balik Kelezatan Kuliner Imlek
-
Film Anime To You in the Beyond Siap Sapa Penggemar pada Musim Gugur 2026
-
Seni Melambat: Mengapa Kita Tidak Perlu Selalu Merasa Terburu-buru?
-
Rahasia Pakar Kuliner: Kenapa Makanan Imlek Punya Simbol Damai dan Kekayaan?
-
5 Cara Memilih Sunscreen Nyaman, Anti Lengket dan Anti Perih di Mata