/
Sabtu, 24 September 2022 | 16:43 WIB
tim nasional Curacao (pssi.org)

SuaraSoreang.id-Indonesia akan melawan Curacao pada laga FIFA Match Day di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Sabtu, 24 September 2022.

Curacao adalah negara yang terdengar asing bagi publik Indonesia. Walupun merupakan negara kecil, Curacao ternyata hebat dalam dunia sepak bola.

Curacao memiliki para pemain sepak bola yang hebat. Rata-rata mereka berkiprah di Belanda dan berkiprah di klub-klub Belanda.

Sebagian besar para pemain Curacao main di level tertinggi Belanda, Eredivisie, ada pula yang di bawahnya. salah satu pemain yang kian bersinar adalah Quilindschy Hartman. 

Sayangnya, klub Feyenoord, tak melepas Quilindschy Hartman untuk melakukan debut bersama Curacao di Indonesia karena masih harus memulihkan cedera.

Selain itu tak sedikit pula yang merumput di liga-liga lainnya di Eropa, seperti pemain bersaudara Leandro dan Juninho Bacuna yang main di klub Inggris. 

Leandro main di klub kasta tinggi seperti Aston Villa, Reading, dan Cardiff City. Juninho memperkuat Birmingham City.

Timnas Curacao juga dibangun oleh pelatih-pelatih hebat. Tentu dengan memanfaatkan koneksi kedekatan Belanda. Dua nama terkenal yang pernah menukangi Curacao adalah legenda Guus Hiddink dan Patrick Kluivert. 

Hiddink, salah satu pelatih terbaik Belanda, bahkan menjadikan Curacao sebagai tim terakhir yang dia tangani sebelum pensiun dikutip dari laman PSSI pada 24 September 2022.

Baca Juga: Timnas Jangan Anggap Remeh Curacao, Mereka Nyaris Kalahkan Amerika Serikat

Dengan kondisi seperti itu, tak ada alasan menganggap remeh laga uji coba timnas lawan Curacao ini.

Bagi Indonesia pertandingan uji coba ini memiliki dua makna yang penting. Pertama, tentu saja sebagai ajang mengasah kemampuan tim yang disiapkan menghadapi Piala Asia 2023.

Selain sebagai ajang mengasah kemampuan tim dan mendapatkan pengalaman internasional lebih banyak, duel ini juga jadi kesempatan bagus bagi Pelatih Shin Tae-yong menganalisa kekurangan dan memperbaiki kualitas kemampuan timnya.

Selain itu, pertandingan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak posisi timnas Indonesia dalam daftar peringkat FIFA. 

Indonesia tak perlu terlalu muluk mencapai peringkat ke-76 seperti pada September 1998 lalu, masuk menjadi 100 besar saja sudah patut kita syukuri.***

Sumber: pssi.org

Load More