SuaraSoreang.id - Prabu Siliwangi dikenal sebagai sosok pemimpin yang berhasil membawa kejayaan pada Kerjaan Pajajaran.
Bernama asli Jaya Dewata yang lahir pada tahun 1401 di Kawali Galuh atau sekarang daerah Ciamis. Prabu Siliwangi juga dikenal dengan naman Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja yang tercatat pada beberapa prasasti yang pernah ditemukan.
Penyebutan Prabu “Siliwangi” sebetulnya berasal dari kata ‘silih’ dan ‘wangi’ yang mana merupakan gelar turun temurun yang diberikan kepada pemimpin pengganti yang bisa membawa harum nama Kerajaan Pajajaran.
Selain Sri Baduga Maharaja, gelar Siliwangi pernah disematkan pada Niskala Wastu Kancana atau kakeknya. Namun seiring berjalannya waktu, gelar tersebut lebih melekat pada dirinya.
Kejayaan Kerajaan Pajajaran
Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Pajajaran selalu berada dalam keadaan tentram dikarenakan kebijakan yang ia lakukan.
Selain menjadi Raja yang bijaksana, ia juga dikenal sebagai pemimpin yang memegang teguh kesataraan dalam kehidupan sosial.
Dalam sebuah naskah Portugis disebutkan bahwa Kerajaan Pajajaran memiliki 100.000 prajurit dengan 40 ekor pasukan gajah.
Peninggalan Prabu Siliwangi
Baca Juga: Miris! BTS Army Galang Donasi Tragedi Kanjuruhan, DPR RI Beli TV Rp 1,5 Milyar
Sampai saat ini, terdapat beberapa peninggalan dari Prabu Siliwangi semasa kepemimpinannya di Kerajaan Pajajaran:
1. Babad Pajajaran
2. Carita Parahyangan
3. Carita Waruga Guru
4. Prasasti Batu Tulis (Bogor)
5. Prasasti Kawali (Ciamis)
6. Tugu Perjanjian Portugis
Prabu Siliwangi dan Macan Putih
Melansir dari berbagai sumber, disebutkan ada sebuah cerita mengenai sangkut-pautnya antara Prabu Siliwangi dengan sosok macan putih.
Cerita ini berkaitan dengan pertempuran antara Prabu Siliwangi dengan anak kandungnya sendiri, yakni Raden Kian Santang. Penyebab pertempurannya pun dikarenakan Raden Kian Santang mengajak Prabu Siliwangi masuk ke agama Islam.
Karena ajakan anaknya ditolak, terjadilah pertempuran yang menyebabkan Prabu Siliwangi dan pasukannya terdesak. Di tengah keadaan terdesak tersebut, Prabu Siliwangi dan pasukannya dikisahkan melakukan moksa atau membebaskan diri dari siklus hidup dan mati. Lantas ia berubah menjadi macan putih sementara pasukannya berubah menjadi macan sancang.
Walaupun kurangnya manuskrip dari kisah Prabu Siliwangi yang menjadi macan putih, kisah ini tetap dijadikan sebagai bagian dari sejarah yang masih terjaga sebagai mitos yang terus diceritakan sampai saat ini.
Kontributor: Shafa Maura Zahwa
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana