/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 11:44 WIB
Mitos Prabu Siliwangi moksa jadi macan putih (historyofcirebon.id)

SuaraSoreang.id - Prabu Siliwangi dikenal sebagai sosok pemimpin yang berhasil membawa kejayaan pada Kerjaan Pajajaran.

Bernama asli Jaya Dewata yang lahir pada tahun 1401 di Kawali Galuh atau sekarang daerah Ciamis. Prabu Siliwangi juga dikenal dengan naman Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja yang tercatat pada beberapa prasasti yang pernah ditemukan.

Penyebutan Prabu “Siliwangi” sebetulnya berasal dari kata ‘silih’ dan ‘wangi’ yang mana merupakan gelar turun temurun yang diberikan kepada pemimpin pengganti yang bisa membawa harum nama Kerajaan Pajajaran.

Selain Sri Baduga Maharaja, gelar Siliwangi pernah disematkan pada Niskala Wastu Kancana atau kakeknya. Namun seiring berjalannya waktu, gelar tersebut lebih melekat pada dirinya.

Kejayaan Kerajaan Pajajaran

Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Pajajaran selalu berada dalam keadaan tentram dikarenakan kebijakan yang ia lakukan.

Selain menjadi Raja yang bijaksana, ia juga dikenal sebagai pemimpin yang memegang teguh kesataraan dalam kehidupan sosial.

Dalam sebuah naskah Portugis disebutkan bahwa Kerajaan Pajajaran memiliki 100.000 prajurit dengan 40 ekor pasukan gajah.

Peninggalan Prabu Siliwangi

Baca Juga: Miris! BTS Army Galang Donasi Tragedi Kanjuruhan, DPR RI Beli TV Rp 1,5 Milyar

Sampai saat ini, terdapat beberapa peninggalan dari Prabu Siliwangi semasa kepemimpinannya di Kerajaan Pajajaran:

1.       Babad Pajajaran

2.       Carita Parahyangan

3.       Carita Waruga Guru

4.       Prasasti Batu Tulis (Bogor)

5.       Prasasti Kawali (Ciamis)

6.       Tugu Perjanjian Portugis

Prabu Siliwangi dan Macan Putih

Melansir dari berbagai sumber, disebutkan ada sebuah cerita mengenai sangkut-pautnya antara Prabu Siliwangi dengan sosok macan putih.

Cerita ini berkaitan dengan pertempuran antara Prabu Siliwangi dengan anak kandungnya sendiri, yakni Raden Kian Santang. Penyebab pertempurannya pun dikarenakan Raden Kian Santang mengajak Prabu Siliwangi masuk ke agama Islam.

Karena ajakan anaknya ditolak, terjadilah pertempuran yang menyebabkan Prabu Siliwangi dan pasukannya terdesak. Di tengah keadaan terdesak tersebut, Prabu Siliwangi dan pasukannya dikisahkan melakukan moksa atau membebaskan diri dari siklus hidup dan mati. Lantas ia berubah menjadi macan putih sementara pasukannya berubah menjadi macan sancang.

Walaupun kurangnya manuskrip dari kisah Prabu Siliwangi yang menjadi macan putih, kisah ini tetap dijadikan sebagai bagian dari sejarah yang masih terjaga sebagai mitos yang terus diceritakan sampai saat ini.

Kontributor: Shafa Maura Zahwa

Load More