SuaraSoreang.id - Pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan.
Memang, dikala langit mendung lebih baik kita segera siapkan payung. Dengan begitu, kita tidak akan takut akan kehujanan ketika sedang berada di luar ruangan.
Selain mempunyai fungsi yang amat penting ketika turun hujan, payung juga mempunyai cerita tersendiri bagi masyarakat Sunda.
Lebih tepatnya sebuah mitos yang diceritakan dari mulut ke mulut, seolah diwariskan dari generasi ke generasi. Hal ini karena meski zaman sudah modern, mitos ini masih melekat di masyarakat Sunda.
Konon bagi mereka yang membuka payung di dalam rumah, nantinya orang tersebut akan terkena musibah atau hal yang tidak diinginkan.
Di sisi lain, ada juga yang mengatakan kalau membuka payung di dalam ruangan bisa menyebabkan kesialanan, bahkan berujung kematian.
Hal tersebut dihubungkan dengan kematian karena payung juga sering digunakan untuk mengantarkan jenazah ke kuburan.
Konon katanya, mitos menggunakan payung di dalam ruagan ini ternyata sudah ada sejak tahun 1200 SM.
Kala itu, payung terbuat dari bulu merak. Lalu payung tersebut digunakan oleh orang – orang Mesir Kuno untuk melindungi mereka dari sengatan matahari.
Baca Juga: Karier Tamat, Indosiar Pecat Rizky Billar dari Host Dangdut Academy 5
Sehingga ketika payung tersebut digunakan di dalam ruangan, mereka akan dianggap tidak sopan terhadap Dewa Matahari .
Dan ketika Dewa Matahari marah, ia bisa melampiaskan kemarahannya kepada semua orang yang berada di ruangan payung tersebut dibuka.
Namun, jika dipikirkan secara logika, membuka payung di dalam ruangan memang bisa dianggap berbahaya. Sebab payung terbuat dari besi dan pegas.
Di mana, ketika dibuka di dalam tempat tertutup, bisa berbahaya karena daya pegasnya begitu cepat.
Percaya atau tidak dengan mitos ini tidak perlu diperdebatkan karena seseorang mempunyai hak untuk percaya.
Tinggal bagaimana kita bisa mengambil hikmahnya, sehingga menjadi sebuah pengetahuan yang berguna bagi kita ke depannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Penjualan Mobil Listrik Resmi Geser Dominasi Mobil Bensin
-
Profil Mukhamad Misbakhun: Ketua Komisi XI DPR RI, Calon Ketua OJK?
-
Minimarket yang Merepotkan, Kisah Dokgo dan Empati di Balik Rak Minimarket
-
Jakarta Diguyur Hujan Deras Lagi: Puluhan RT di Jaksel Kembali Terendam, Petogogan Paling Parah
-
Ulasan Novel Heartbreak Motel: Potret Kelam Luka Batin Seorang Aktris
-
Operasi Senyap Ditresnarkoba Polda Metro: Bongkar Peredaran Etomidate di Jakbar hingga Tangerang
-
5 Fakta Keluarga Besar Ragnar Oratmangoen: Dari Sutradara, Musisi, Dubes hingga Bupati
-
Prabowo Fokus Bawa Indonesia Superpower, Jokowi Disebut Mulai Jadi Masa Lalu
-
Mendag Tegaskan Larangan Impor Pakaian Bekas, Ini Alasan Kuat di Baliknya!
-
Belum Puas Diakui Denada Lewat Sosmed, Ressa Ingin Bertemu