/
Sabtu, 15 Oktober 2022 | 19:34 WIB
Jokowi kumpulkan Polri, Jokowi Kapolri Listyo, Jokowi kumpulkan polisi, (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/rwa)

SuaraSoreang.id-Citra polisi akhir-akhir ini sedang disorot publik, tak sedikit banyak masyarakat memandang nyinyir terhadap Polisi.

Tahun ini sebagai tahun yang berat bagi Polri, dengan banyaknya insiden negatif yang bertubi-tubi menghantam tubuh Polri.

Dimulai dari kasus Ferdy Sambo, sampai kasus tragedi Stadion Kanjuruhan yang menjadi perhatian besar.

Belum lagi, terkini mulai terbukanya keterlibatan beberapa oknum polisi yang terjerat kasus judi online dan penyalahan narkoba.

Kasus-kasus itu membuat citra polisi dimata publik menjadi merosot.

Dalam suatu kesempatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pengarahan secara langsung terhadap para pejabat Polri di Istana Negara pada 14 Oktober 2022.

Presiden Jokowi dalam arahannya memaparkan data-data yang menjelaskan jika Polri masih erat dengan tindakan pungutan liar (pungli) dan aksi represifitas atau kekerasan.

Jokowi juga memaparkan data berdasarkan keluhan dari masyarakat terkait sikap kepolisian

Seperti data keluhan praktik pungli yang dilakukan polisi dengan persentase berkisar 29,7 persen. 

Baca Juga: 80 Orang Saksi telah Diperiksa, Penyidikan Tragedi Kanjuruhan Terus Berlanjut

Dengan fenomena tersebut, Jokowi meminta seluruh petinggi Polri dapat mengatur para anggota-anggotanya.

"Jadi keluhan masyarakat terhadap Polri, 29,7 persen itu Ini sebuah persepsi karena pungli. Tolong ini anggota-anggota semuanya diredam untuk ini," ungkap Jokowi dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden, pada Sabtu 15 Oktober 2022.

Selain itu, Jokowi juga menyebut Polri masih dikeluhkan masyarakat karena tindakan kekerasannya.

"Sewenang-wenang tolong ini juga diredam pada anggota-anggota, pendekatan-pendekatan yang represif, dijauhi," ujar Jokowi.

Lanjut, hal ketiga yang ditekankan Jokowi ialah Polri kerap mencari-cari kesalahan dan yang keempat keluhan tentang gaya hidup mewah para anggota Polri.

"Mencari-cari kesalahan nomor yang ketiga 19,2 persen, dan yang keempat Itu (gaya hidup) mewah yang tadi sudah saya sampaikan," imbuhnya.

Load More