SuaraSoreang.id-Kisah seram ini diangkat dari kisah nyata yang berasal dari New South Wales Australia pada tahun 1955.
Kisah mengerikan ini dilansir dari kanal youtube JBStory pada 20 Oktober 2022, berikut kisah misteri tentang perempuan sadis.
Kisah horor ini berawal dari cerita telah dilahirkannya seorang anak perempuan bernama Katherine Knight.
Katherine berasal dari keluarga yang broken home. Keluarga yang tidak harmonis yang kekerasan dari keluarganya pun sudah menjadi makanan bagi dirinya sehari-hari.
Tidak hanya itu, Katherine juga mengalami beberapa tindak pelecehan seksual dari keluarganya.
Tetangganya pun tidak suka dan berperilaku buruk kepada Katherine dengan alasan dia tidak menyukai keluarga besar mereka.
Meski begitu, Katherine tetap beranggapan kalau suatu hari pasti dia akan mengalami suatu hal yang baik.
Dimana, Katherine kecil akan memiliki keluarga kecil yang harmonis dan dia akan menyayangi anak-anak mereka dengan tulus. Memerlakukannya dengan baik, tidak seperti apa yang dia dapatkan sebelumnya.
Namun, seiring beranjak dewasa. Katherine mulai tertarik kepada lawan jenis dan memiliki beberapa hubungan dengan mereka.
Baca Juga: Hari Ini, Ketum PSSI Iwan Bule akan Diperiksa Polisi terkait Tragedi Kanjuruhan
Hanya saja, semua hubungan yang Katherine jalani akan selalu berakhir tidak baik. Karena dia bahkan tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan rasa kasih sayang dan cinta kepada pasangannya, yang bahkan rasa dan perilaku itupun belum pernah ia dapatkan sejak kecil.
Hubungan Katherine selalu berujung tidak harmonis, sering bertengkar dengan pasangannya dan memiliki hubungan yang toxic.
Katherine yang berkali-kali gagal itupun akhirnya merasa sangat kesepian.
Hingga pada tahun 1995, pada usia Katherine 40 tahun. Dia bertemu dengan seorang pria yang bernama John Price, seorang duda dari 3 orang anak.
Katherine beranggapan bahwa John ini berbeda dengan semua laki-laki yang pernah dia temui sebelumnya.
Bagi Katherine, John adalah sosok yang pengertian dan penyayang.
Hal ini membuat Katherine sangat jatuh cinta kepada John dan memutuskan untuk pindah rumah dan tinggal bersama dengannya bersama ketiga anak John.
Hari-hari pun berjalan sesuai yang diharapkan Katherine, dia sangat berbahagia dengan John karena hubungan mereka sangatlah harmonis. Katherine merawat ketiga anak John seperti anaknya sendiri.
Bahkan mereka pun berani menampakkan kemesraan mereka didepan teman-temannya.
Namun hal itu berubah pada saat Katherine pada saat itu mulai meminta penjelasan mengenai hubungannya dengan John. Keretakan itupun mulai terjadi pada hubungan mereka.
Katherine sangat ingin dilamar dan menikah. Dia ingin suatu hubungan yang sah menurut dunia.
Akan tetapi John yang sudah pernah gagal dalam pernikahan menjadi trauma dan tidak mau menikah.
Keseharian mereka pun berubah drastis. Hubungan yang tadinya harmonis pun menjadi tidak lagi. Mereka mendiamkan diri satu sama lain, pertengkaran demi pertengkaran pun selalu ada.
Sampai suatu saat pada bulan Februari tahun 2000 John dan Katherine yang sedang berada di dapur kembali bertengkar karena hal yang sama.
Pertengkaran fisik pun sudah tidak dapat dihindari lagi. Katherine yang melihat ada pisau di dapur pun menusukkannya ke dada John sehingga membuat dadanya terluka dan berdarah.
John yang marah itupun berteriak dan mengusir Katherine dari rumahnya.
Katherine menangis karena hubungannya sudah berakhir dengan John. Dia memutuskan untuk pindah ke rumah yang jaraknya tidak jauh dari rumah John.
Katherine kembali merasa kesepian dan ingin berhubungan kembali dengan John. Karena dia masih bermimpi untuk memiliki keluarga kecil yang bahagia dan harmonis.
Katherine memutuskan untuk kembali ke rumah John dengan ketiga anak John dititipkan di penitipan anak, dengan tujuan untuk memberikan kejutan kepada John dengan datang menggunakan baju sexy berwarna hitam favorit John.
Katherine menuliskan surat yang bertuliskan bahwa dia ingin kembali dengan John dan memperbaiki hubungan mereka. Dia juga mengatakan bahwa ketiga anak John dia titipkan di penitipan anak.
Katherine menyuruh John untuk menunggu beberapa saat sampai dia datang dengan kejutannya.
John yang sore itu baru pulang kerja dari penambangan dan membaca surat itupun sama sekali tidak merasa bahagia dengan kejutannya. Dia sangat marah atas keputusan sepihak Katherine yang menitipkan anak-anak John.
Pagi harinya, John tidak masuk kerja. Rekan kerja yang lainnya pun heran karena mereka tahu, John adalah sosok yang sangat rajin bekerja.
Bosnya pun meminta teman John untuk mendatangi rumah John dan melihat apakah John baik-baik saja.
Teman kerjanya itu datang, mengetuk dan memanggil-manggil nama John berulang kali, namun sama sekali tidak ada jawaban.
Tapi, teman John itu melihat ada noda darah bercucuran diatas kusen pintu. Saat itu juga dia merasa panik dan melaporkan hal itu kepada Bosnya.
Bos yang mendengar berita tersebut merasa khawatir ada sesuatu yang terjadi kepada John. Sehingga dia melaporkannya kepada pihak berwajib.
Polisi langsung mendatangi rumah John, dan mengetuk pintu. Namun tidak ada jawaban.
Mereka pun mengecek lewat pintu belakang rumah, tetap tidak ada jawaban.
Polisi pun memutuskan untuk mendobrak pintu rumah John.
Keadaan rumah John pada saat itu sangatlah gelap dan begitu hening. Seperti tidak ada orang didalamnya.
Namun, sambil melihat-lihat isi rumah. Mereka menemukan dua piring makanan yang sudah disajikan, dan ada surat tentang anak-anak John.
Tidak hanya itu, polisi melihat ada kompor yang masih menyala.
Polisi kembali memeriksa seluruh ruangan dan kagetnya mereka menemukan noda darah berceceran di lantai.
Mereka mengikuti arah noda darah itu, tapi ternyata tidak hanya di lantai. Di pintu, di dinding bahkan kusen pintu pun meninggalkan jejak darah.
Petugas polisi memeriksa sebuah kamar yang terdengar sayup-sayup suara nafas seseorang yang tak lain adalah Katherine.
Katherine terbaring lemah diatas kasur dengan keadaan obat-obatan berserakan dimana-dimana.
Polisi yang melihatnya pun segera membawa Katherine dan memanggil bala bantuan yang lain untuk memeriksa kamar-kamar yang lainnya.
Polisi memeriksa lorong ruangan dan menuju sebuah kamar. Akan tetapi, ada sejuntai tirai yang menutupi jalan tersebut.
Polisi yang melihatnya pun menggeserkan tirai tersebut dan mengarah ke kamar, tapi tidak menemukan apa-apa.
Tiba-tiba, dia merasakan sesuatu yang dingin menempel di tangannya. Pada saat dilihat ternyata itu adalah darah yang menempel dari tirai yang dia geserkan tadi.
Merasa aneh, darimana asal darah itu berada.
Lalu dia pun kembali berjalan ke belakang untuk melihat dengan jelas.
Ternyata yang tadi dia pegang bukanlah tirai, melainkan kulit manusia yang sudah dikuliti di gantung.
Polisi itupun langsung panik dan memanggil bantuan yang lain.
Setelah diperiksa, polisi membuka panci yang masih menyala diatas kompor tadi dan kagetnya dia menemukan kepala John yang sudah direbus didalamnya. Hal ini membuat polisi itu mual dan trauma berat.
Tidak hanya itu, ternyata makanan dari dua piring yang disajikan tadi adalah daging yang berasal dari milik John.
Setelahnya, para petugas polisi pun membawa Katherine ke rumah sakit.
Setelah melakukan investigasi, ternyata pada hari itu John tidak pergi bekerja karena menunggu kedatangan Katherine.
Katherine datang dengan menggunakan pakaian sexy berwarna hitam favorit John.
John yang melihatnya sangat senang dan menjadi tidak marah.
Hubungan mereka kembali membaik. Mereka berbincang satu sama lain dengan bahagia. Sampai akhirnya hubungan mereka kembali menuju ranjang.
Setelah melakukan hal itu, John pun tertidur.
Namun, pada saat John tertidur tiba-tiba Katherine seperti sedang dirasuki oleh pikiran-pikiran negatifnya.
Dia berfikir bahwa John memang tidak memiliki hubungan yang serius dengan dirinya dan hanya menginginkan tubuhnya saja.
Katherine yang berfikir seperti itupun kembali menuju rumahnya untuk mengambil peralatan kerja miliknya.
Katherine bekerja disebuah tempat jagal pemotongan hewan. Makanya dia memiliki alat-alat seperti itu dan sudah sangat terbiasa.
Dia kembali ke rumah John.
Melihat John yang sedang tertidur, Katherine langsung melompat ke atas badan John dan menghujamkan pisau kearah dada John. Sampai akhirnya darah mengucur dengan deras dari dirinya.
John saat itu sempat berlari menghindari Katherine yang sudah menggila. Namun karena keadaannya yang sudah lemah, Katherine tetap dapat mengejarnya.
John yang saat itu hendak melawan memegang kusen pintu, makanya ada noda darah disana yang dilihat pertama kali oleh teman John.
Katherine yang kembali dapat memegang John, menarik tubuhnya dan kembali melanjutkan aksinya.
Dia yang merasa sangat marah menghujamkan pisau sebanyak 36 kali ke tubuh John.
Saat John yang sedang terbaring sekarat, Katherine menuju ke dapur untuk merebus air di panci.
John yang tadinya sekarat pun meregang nyawa dengan kondisi yang mengenaskan.
Katherine yang memang sudah ahli dibidang pemotongan hewan melakukan aksinya terhadap John.
Katherine menguliti tubuh John dengan satu potongan penuh, dan merebus kepala John kedalam rebusan panci air panas yang sudah mendidih. Dia pun memblender semua sisa daging dari John dan membuatnya menjadi makanan.
Ketika makanan itu sudah jadi, Katherine menamai piring itu dengan nama-nama anak John. Bertujuan untuk memberikan makanan itu kepada mereka saat mereka pulang.
Itulah kenapa saat polisi datang, mereka menemukan piring makanan bertuliskan nama-nama anak John.
Saat kondisi Katherine sudah membaik, polisi pun menginterogasinya atas kejadian pada hari itu.
Namun, Katherine berdalih bahwa dia tidak ingat atas apa yang dilakukannya terhadap John dan merubah posisinya seolah-olah dia adalah korban.
Katherine berkata bahwa John adalah seorang yang overprotektif dan pemarah. Suka melakukan kekerasan, dan mengekang dirinya.
Namun, polisi tidak langsung percaya dengan pernyataan Katherine itupun kembali menyelidiki masalalu Katherine.
Polisi menemukan 5 dari hubungan Katherine dengan para mantannya tidak berjalan dengan baik. Mereka mengaku bahwa Katherine memiliki tempramen yang buruk dan suka melakukan kekerasan terutama pada saat dia sedang marah.
Mantan terakhir dari Katherine sebelum berhubungan dengan John mengaku, bahwa Katherine suka melakukan kekerasan dengan menggunakan alat-alat kerjanya.
Bahkan, ada kejadian saat Katherine sedang marah, dia mengambil peralatan kerjanya dan menggorok leher hewan peliharaan dari mantannya yang terakhir itu.
Para mantannya pun mengaku bahwa Katherine adalah sosok wanita yang suka mengatur. Dan dia akan marah jika pasangannya tidak melakukan sesuatu seperti apa yang dia minta.
Persidangan kasus Katherine dilakukan dengan mendatangkan beberapa ahli dari kejiwaan.
Mereka mengatakan bahwa Katherine dalam kondisi yang benar-benar sangat sadar atas apa yang dia lakukan terhadap John.
Pada saat persidangan itu berlangsung, Katherine bahkan sama sekali tidak menunjukkan ekspresi bersalah dengan ekspresi wajah yang datar dan biasa saja menatap lurus kearah hakim.
Dengan bukti dan fakta yang sudah disebutkan mengenai kasus Katherine, hakim pun seolah tidak percaya dengan hal-hal keji yang sudah dilakukan oleh perempuan itu.
Bagaimana bisa manusia melakukan hal sekeji dan sesadis itu?
Hakim yang bernama Hon Barry O'Keefe itu memutuskan bahwa Katherine dipenjara seumur hidup dengan stempel khusus yang bertuliskan "JANGAN DIBEBASKAN SAMPAI KAPANPUN!"
Kasus Katherine ini menjadi salah satu kasus pertama kali di Australia yang mana tersangkanya diberi hukuman penjara seumur hidup dengan keterangan tidak dapat dibebaskan sampai kapanpun.
Sumber: Kanal Youtube JBStory
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting