SuaraSoreang.id - Setelah kabar heboh Nikita Mirzani dilarikan ke Rumah Sakit karena alami sakit ditengah proses penahanan di Rutan Serang, kini Nikita dikabarkan mengalami gangguan kesehatan lagi.
Dikabarkan Nikita Mirzani baru-baru ini mengalami sakit pada bagian tertentu yang dikenal saraf terjepit.
Meski begitu kali ini Nikita Mirzani sama sekali tidak memakai jasa dokter untuk mengobati penyakit yang kambuh setelah ditahan di Rutan Serang tersebut.
Hal itu dibenarkan oleh kuasa hukum Nikita Mirzani yakni Fahmi Bachmid yang menyebut kliennya itu tetap berada di Rutan.
"Nggak ada dia rawat jalan," ungkap kuasa hukum Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid di Pengadilan Negeri Serang dilansir dari MataMata.com jaringan Suara.com pada 15 November 2022.
Fahmi juga menegaskan bahwa Nikita Mirzani memilih meminta bantuan sesama tahanan untuk mengobati penyakit saraf terjepitnya itu.
"Di dalam ada tukang urut. Di tahanan kan ada tuh tukang urut, ibu-ibu yang ditahan. Itu dokter tradisionalnya," jelas Fahmi Bachmid.
Sebelumnya dikabarkan bahwa Nikita Mirzani sempat dilarikan ke rumah sakit dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang pada 5 November 2022 kemarin.
Menurut hasil pemeriksaan dokter, penyakit saraf terjepit yang diidap Nikita Mirzani kambuh dan butuh penanganan khusus dari dokter.
Penyebab kambuhnya penyakit saraf kejepit ini diunggkapkan Nikita.
"Kan tempat tidurnya matras, mungkin karena tipis. Ya kan harus menyesuaikan sama tahanan lain," jelas Nikita Mirzani.
Namun Nikita Mirzani meminta langsung dipulangkan ke Rutan Serang setelah diobati. Ia tak nyaman dengan penjagaan ketat petugas selama dirawat.
"Di rumah sakit itu justru dia dikawal seperti orang yang merupakan pelaku teroris. Jadi dia bilang, 'Saya tambah sakit ini di sini, mending saya di rutan'," ungkap Fahmi Bachmid belum lama ini.
Diketahui Nikita Mirzani ditahan di Rutan Serang akibat laporan Dito Mahendra sejak 25 Oktober 2022 lalu. Dalih Nikita Mirzani ditahan agar tidak menghambat proses hukum.
Dalam kasus ini status Nikita Mirzani ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Dito Mahendra di Polres Serang Kota pada 16 Mei 2022 terkait dugaan pencemaran nama baik.
Berita Terkait
-
Ajakan Satir dari Pacar Nikita Mirzani kepada Anak-anak Nikita, Sebut Rutan sebagai Lokasi Syuting Horor
-
Pinkan Mambo Ingin Tukeran Mantan dengan Denise Chariesta, Netizen Singgung 'Awas Kena HIV'
-
Denise Chariesta Diduga Sempat Jalin Hubungan dengan Pengacara Tersohor Inisial S yang Kini Terkena Penyakit HIV, Mungkin Sosok Ini
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
-
Belanja Rp75 Ribu di Alfamart Bisa Tebus Murah: Minyak Goreng Rp36.900 hingga Sirup Marjan Rp6.900
-
Ayah hingga Istri Tewas! Mojtaba Khamenei: AS-Israel Akan Bayar Darah Para Syuhada
-
Abu Janda Maki Prof Ikrar di TV, Feri Amsari Ungkap yang Terjadi di Balik Layar
Terkini
-
Kecewa Berat, Fabio Quartararo Akui Terlalu Optimis dengan Motor Yamaha V4
-
Diduga Jadi Selingkuhan Suami Maissy, Video Cindy Rizky Aprilia Bahas Soal Ani-Ani Disorot
-
Gambar Paten Generasi Baru Yamaha MX King 2026 Terkuak, Desain Balik ke Akar dan Punya Fitur R15M?
-
BRI Perkuat Kolaborasi Strategis dengan IPB University, Dukung Inovasi Masa Depan
-
Muncul Perdana, Mojtaba Khamenei Andalkan Allah SWT Lawan Amerika - Israel
-
Rekomendasi 7 HP RAM 8 GB Termurah 2026, Speknya Bikin Kaget
-
Ajukan Memori Banding, Kuasa Hukum Kerry Adrianto Nilai Pengadilan Tipikor Abai Fakta Persidangan
-
Harga Emas Antam Jatuh, 1 Gram Dibanderol Rp 3.021.000/Gram
-
Harga Bitcoin Akhirnya Kembali ke Level US$ 70.000, Siap Menguat saat Perang?
-
Bos Doran Group Ungkap Strategi Bangun Ekosistem Retail Teknologi, Siap Menuju IPO