/
Rabu, 16 November 2022 | 16:52 WIB
Uang Rp 9,8 Miliar Disebut bukan Milik Jessica Iskandar Sepenuhnya, Pihak Steven Bongkar Kebenarannya

SuaraSoreang.id - Perjalanan kasus dugaan penipuan yang menerpa artis Jessica Iskandar masih terus berlanjut.

Dugaan penipuan yang masih dalam proses kepolisian ini dituding menjadi penyebab kesulitan finansial Jessica Iskandar

Kondisi kesulitan yang Jessica Iskandar gembor-gemborkan dalam beberapa momen seperti menjadi bintang tamu dalam acara televisi swasta.

Bahkan Jessica Iskandar sempat dibantu oleh Raffi Ahmad untuk membantu membayar cicilan rumah selama sebulan dengan nominal yang tidak sedikit.

Proses hukum dugaan penipuan ini masih diupayakan oleh Jessica Iskandar dengan kerugian mencapai dari Rp 9,8 miliar dari akumulasi 11 unit mobil.

Jessica Iskandar (sumber: Suara.com/Oke Atmaja)

Diketahui sebelumnya Jessica Iskandar terkena penipuan oleh rekan bisnisnya dalam bisnis rental mobil.

Informasi terbaru yang cukup mengejutkan tentang kasus ini datang dari pihak terlapor yakni Cristopher Stefanus Budianto alias Steven.

Pihak Steven mempunyai klaim dan dalih baru atas kasus dugaan penipuan terseut.

Togar Situmorang selaku pengacara Steven, mengatakan bahwa Rp 9,8 miliar yang selama ini digembar-gemborkan, bukan sepenuhnya milik Jessica Iskandar. 

Baca Juga: Soal Keuangan, Dedi Mulyadi ke Ambu Anne: Kurang Apa?

Jumlah nominal uang itu diklaim hasil patungan antara Jedar dengan klien lainnya.

"Masing-masing masukin uang, totalnya tadi (Rp 9,8 miliar)," kata Togar Situmorang ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dikutip dari MataMata.com jaringan Suara.com pada Rabu (16/11/2022).

Togar menambahkan bahwa uang itu hasil komulatif yang ditampung di perusahaan. 

"uang itu di PT (Triip, perusahaan yang menaungi bisnis Jessica Iskandar dan Steven). Sudah dibelikan mobil," tambahnya.

Mobil-mobil tersebut sudah digunakan untuk bisnis rental mobil. Termasuk pula penggunaan kendaraan itu secara pribadi.

"Sudah dipakai kadang sama Jessica, kadang PT. Hasil sudah dibayar, apalagi?" jelas Togar.

Load More