SuaraSoreang.id - Beberapa waktu lalu, jagat maya dihebohkan oleh video viral aksi opang di kawasan Pasir Impun Bandung saat mencegat mobil taksi online yang hendak pergi melayat keluarga. Aksi meresahkan ini kemudian mengundang reaksi dari ratusan ojol yang menggelar aksi menantang opang.
Aksi solidaritas yang digelar ojol Bandung Raya ini dilakukan di kawasan Pasir Impun, Bandung. Ratusan ojol mendatangi kawanan opang yang ada dalam video.
Dalam aksi ini, perwakilan ojol menuntut adanya keadilan dan kerja sama dari para opang.
“Tidak ada lagi itu red zone, zona merah itu. Biarkan warga memilih. Semua zona sama sekarang.” ujar salah satu perwakilan ojol dalam aksi solidaritas tersebut.
Pihak ojol juga menuntut agar opang meminta maaf atas tindakan mereka yang meresahkan dan merugikan warga tersebut.
Akhirnya, berdasarkan hasil mediasi dicapai kesepakatan untuk menghapuskan zona merah ojol. Ojol diperkenankan untuk mengantar tapi tidak diperkenankan menjemput penumpang.
Dengan pengawasan dari polisi, pihak opang pun akhirnya meminta maaf setelah aksi meresahkan mereka viral di media sosial.
Aksi ini lantas mengundang reaksi dari para netizen. Banyak yang membenarkan bahwa keberadaan opang sudah sangat meresahkan dan merugikan warga.
“Duh sumpah gue juga merasa dipersulit sama kebiasaan opang di Bandung. Kenapa sih opang nggak daftar ojol aja? Biar ngga ribet kayak gini.” komentar akun @_wakawakaee.
Baca Juga: Viral di Tiktok! Gadis 12 Tahun di Binjai, Tidak Tahu Dirinya Hamil 8 Bulan, Begini Kisah Bunga...
“Kapan ya mereka mau berubah? Saya juga pake opang nggak nyaman, mana suka ngerokok, matok harga nggak ngotak, dibawa ke jalan sepi, sok ambekan.” komentar akun @ashanides.
”Opang di Bandung Timur emang ribet premanisme semua udah kayak hak milik sah semua penumpang hanya milik opang.” komentar @ichiiocan.
(*)
Sumber: Twitter @papaojol / 3 Januari 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
-
4 Cara Cek Skincare Aman BPOM, Pastikan Produk Legal dan Bebas Bahan Berbahaya!
-
John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026
-
Soal PT 7 Persen, Titi Anggraini: Ambang Batas Fraksi Lebih Adil Bagi Suara Rakyat
-
Tradisi Berbagi THR Mulai Geser ke Ranah Digital
-
Daftar Kode Redeem Fish It Roblox Februari 2026 dan Cara Klaim Hadiahnya
-
Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf
-
5 Rekomendasi Drama Korea Parenting: Ada Positively Yours hingga Our Universe
-
KPK Kembali Panggil Eks Menhub Budi Karya Sumadi Jadi Saksi Dugaan Suap Proyek DJKA
-
THR Lebaran 2026 Karyawan Swasta Paling Lambat Tanggal Berapa? Simak Ketentuannya