SuaraSoreang.id - Aktor Aji Yusman mengaku ia merasakan kuasa tuhan ketika anaknya meninggal di dalam perut istrinya.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Aji Yusman bercerita bahwa hidupnya pernah sangat sulit dan penuh dengan cobaan.
Aji Yusman mengaku ia sempat putus asa ketika anaknya meninggal di dalam kandungan dan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit untuk istrinya.
Semua harta bendanya sudah ia alokasikan untuk biaya pengobatan, namun itu saja masih tidak cukup bagi Aji Yusman.
Saat itulah, ia sempat merasa putus asa hingga akhirnya kuasa tuhan itu terasa.
“Harta benda gue abis, tapi siapa tahu disitu tuh ada yang bukan hak gue. Jadi saat gue berpulang nanti, gue udah clear.” ujarnya, seperti dikutip dari kanal Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo pada (17/1/2023).
Ia mengaku memang bahwa pada saat itu, ia mengalokasikan seluruh harta bendanya untuk biaya pengobatan di rumah sakit.
“Di saat masanya sudah tiba, tuhan sendiri yang turun tangan. Ia pakai tangannya sendiri untuk mengeluarkan hambanya yang sudah meninggal di dalam perut.” lanjutnya.
Aji Yusman bercerita bahwa anaknya telah meninggal di dalam kandungan istrinya selama delapan hari.
Baca Juga: Video Ferry Irawan Minta Maaf sambil Nangis Hilang dari Podcast, Denny Sumargo Beberkan Alasan
Ketika ia mengetahui bahwa bayinya sudah tidak bernyawa di dalam perut, ia tidak bisa langsung melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan jasad sang buah hati karena terkendala biaya.
“Makanya tiap makan, solat itu masih di dalam perut istri selama delapan hari itu.” ungkapnya.
Ia bercerita bahwa ketika pada akhirnya jenazah sang anak keluar dari perut istrinya, jenazah tersebut masih berbentuk rapi dan bahkan tidak mengeluarkan bau sama sekali.
Sebelumnya, Aji Yusman diketahui meminta donasi untuk biaya operasi caesar istrinya yang tidak sedikit.
Ia mengaku sudah menjual semua asetnya untuk biaya perawatan sang ayah yang sakit dan anak ketiga mereka yang juga harus dirawat di rumah sakit.
Saat kehamilan anak keempat ini, Aji Yusman dan istri harus menerima kenyataan bahwa anak mereka meninggal di usia kandungan yang keenam bulan.
Jenazah sang jabang bayi akhirnya berhasil keluar sendiri dari kandungan istri setelah delapan hari berlalu. (*)
Sumber: Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo berjudul ANAK GW UDAH MENINGGAL 8HARI DALAM KANDUNGAN & GW GAK ADA BIAYA BUAT OPERASI -Curhat Bang / 17 Januari 2023.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan