SuaraSoreang.id - Bicara keperawanan tidak akan pernah ada habisnya. Banyak menilai jika bicara tentang keperawanan adalah satu hal tabu.
Bagi wanita yang belum menikah, menjaga keperawanan sama dengan menjaga sebuah kesucian masa depan.
Akan tetapi situasi lingkungan pergaulan, membuat wanita banyak terjebak dalam situasi sulit.
Ada yang dengan mudah memberikan mahkotanya itu pada sang kekasih.
Ada juga yang menjaganya dengan memilih untuk menjaga diri dari mendekati zina.
Namun ada juga yang berpikir akan wanita akan tetap perawan meski "mahkotanya" tidak dimasuki "sesuatu".
Sehingga "terpeleset" dengan membiarkan mahkotanya dimainin jari atau bahkan sampai dijilat meski tidak dimasukkan.
Nah, jika seperti itu apakah tetap perawan?
Kamu harus tahu banyak topik pembicaraan maupun studi menyebut bicara keperawanan masih bersifat tabu.
Baca Juga: Resep Bikin Kue Lato Lato Kekinian yang Lagi Viral
Masyarakat umum menilai mudah, bicara keperawanan adalah hal yang berkaitan hubungan seks melalui vagina.
Nah, dalam hal ini kamu harus tahu jika soal "perawan' hingga saat ini masih sangat tabuh lantaran ada batasan yang jelas.
Spesialis obgyn dr Yeni Rusmala, SpOG menjelaskan "perawan" bukanlah suatu diagnosis medis.
Dikatakannya, perawan atau selaput dara ini bisa rusak dengan berhubungan seks, meski itu bukan satu-satunya penyebab.
"Perawan bagi wanita itu status. Jadi perawan bukan diagnosis medis," kata dia belum lama ini.
"Hanya dirinya sendiri yang tahu (masih perawan)," kata dia.
Dijelaskannya, tidak ada bagian tubuh yang disebut 'keperawanan'.
"Ini (perawan) adalah istilah yang dibangun secara sosial, tentang siapa yang harus menjaga keperawanan," kata dia.
Bagi wanita yang terjaga, kehilangan keperawanan adalah sebuah pelanggaran sosial dan agama.
Sehingga mereka akan menjaganya secara baik-baik, bahkan di beberapa kasus rela meninggal demi mempertahankan kesucian.
Kemudian dia menjelaskan jika selaput dara merupakan selaput tipis.
Bukan itu saja, selaput dara juga sangat elastis yang berada di permukaan vagina.
Nah robeknya selaput darah secara alami bukan berarti kehilangan keperawanan, lantaran bisa ditimbulkan dari banyak faktor.
Misalnya ketika selaput dara robek, akan timbul rasa sakit sembari keluar darah.
Jelasnya, ada kasus saat wanita pertama kali melakukan hubungan suami istri, selaput dara tidak pecah melainkan meregang sedikit.
Jelas dia, selaput dara bukanlah tanda keperawanan. Katanya, selaput dara cukup elastis dan rapuh untuk dipengaruhi oleh aktivitas fisik yang intens. (*)
Berita Terkait
-
Suami Harus Tahu, Seksolog Zoya Amirin Ungkap Hal Penting Sebelum Bersenggama, Istri Bisa 'ke Puncak' Berkali-kali
-
Untuk Suami-Istri, Pilih Besar atau Panjang? Soal Transfer Nafkah Batin Pakar Ungkap Hal Ini 'Menguntungkan' hingga Singgung Gocekan
-
Pantesan Istri Sering Mikir-Mikir Jika Diminta Ngemut 'Pisang', Suami Harus Tahu Alasannya: Tega Kamu?
-
Peluang Kecil Depresi Ibu Eny Sembuh, Tiko Ingin Kembali Rawat Sang Ibu di Rumah Mereka
-
Dokter Boyke Bocorkan Makanan dan Minuman yang Bisa Tingkatkan Gairah Seks
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Minta Praperadilan Febrie Ditolak, Kejagung: Tak Ada Duplikasi Penetapan Tersangka
-
Yuk Nonton Maestro Tenor Andrea Bocelli di Borobudur, Pertemuan Mahakarya Dunia dan Warisan Budaya
-
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke Flores, Hasto: Bantu Korban Tanpa Lihat Pilihan Politik
-
Bantu Korban Gempa NTT, Pemprov DKI Kumpulkan Donasi Rp5,8 Miliar
-
Beredar Kabar OTT di Kabupaten Bogor, KPK: Kami Akan Sampaikan Kepada Publik Secara Transparan
-
Mengenal Karakter Zodiak Bulan September, Si Detail Virgo dan Si Harmonis Libra