SuaraSoreang.id - Allah Akbar! Turki diguncang dahsyat. Daya rusak yang ditimbulkan sama sekali tidak pernah diprediksi.
Namun, ada beberapa penjelasan mengenai mengapa gempa Turki memiliki daya rusak luar biasa.
Informasi sebelumnya gempa Turki berkekuatan magnitudo 7,8.
Gempa besar itu terjadi di Turki pada Senin (6/2/2023). Dampak dari gempa tersebut ribuan korban jiwa.
Belum laga puluhan ribu lainnya diprediksi mengalami luka-luka akibat dampak gempa besar tersebut.
Pusat kegempaan di Turki ini juga dirasakan besarnya di Suriah, Lebanon, dan Israel.
Dari informasi yang dirilis otoritas setempat, kedalaman gempa yang terjadi pukul 01.17.36 GMT (pukul 08.17.36 WIB) ada di posisi 24,1 kilometer.
Diberitakan New York Times, memberitakan jika lembaga pemantau geologi AS (USGS) mencatat ada 24 gempa susulan.
Disebutkan jika pusat gempa kira-kira berada di sepanjang Patahan Anatolia Timur (East Anatolian Fault).
Baca Juga: Cara Cerdas Bunda Corla Bungkam Nikita Mirzani saat Dituding MiskinGegara Narkoba: Mau..
Sementara dalam kacamata keilmuan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, ada sejumlah alasan mengapa gempa Turki memiliki daya rusak sangat besar.
Dia melihat ada beberapa alasan mengapa gempa Turki sangat destruktif.
Daryono mengatakan, yang pertama adalah kekuatan magnitudo gempa tergolong sangat besar yakni 7,8.
Kemudian Daryono mengatakan, yang kedua adalah gempa terjadi di kerak dangkal.
Sementara yang ketiga, ada tiga gempa besar yakni magnitudo 7,8, 6,7, dan 7,5.
"(4) Waktu gempa pagi hari pkl 4 bnyk warga dirumah, masih tidur," tulis Daryono lewat akun Twiternya @DaryonoBMKG.
Berita Terkait
-
Tak hanya Turki, Ini 5 Daftar Negara yang Pernah Diguncang Gempa Bumi Dahsyat
-
Wapres Sebut Indonesia Siap Kirim Bantuan ke Turki
-
Detik-detik Gempa Turki Melanda, Warga Bali Menangis Ketakutan Ucap Swastyastu
-
Sering Mengguncang Jawa Barat, Simak Langkah Mitigasi Bencana Gempa Bumi Berikut Ini!
-
Kabar Terbaru Gempa Garut 1 Februari 2023, Sejumlah Rumah Warga Desa Padaawas Pasirwangi Garut Mengalami Kerusakan
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi
-
Lagi, KPK Periksa Dua Bos Travel Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Akademi Persib Cimahi Kembali Jadi Wakil Indonesia di Gothia Cup 2026
-
4 Micellar Water Kandungan Tea Tree, Bersihkan Wajah untuk Cegah Bruntusan
-
Pemerintah Klaim Kenaikan BBM Nonsubsidi Tak Ganggu UMKM
-
Ruang VAR Kosong Tak Dijaga Saat Laga Persiba vs PSS Sleman Berjalan, Ini Alasan I.League
-
5 Pilihan Parfum Lokal Aroma Sandalwood yang Elegan dan Berkarakter
-
Buntut Kekerasan di Yogyakarta, DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Harus Ada Screening Digital
-
Persija Jakarta vs Persis Solo, Misi Emosional Alfriyanto Nico di GBK
-
Kementerian HAM Kecam Keras Kasus Daycare Yogya: Masuk Kategori Pelanggaran Berat